10 Bulan Dalam Keprihatinan, Tim Karate Aceh Berhasil Meraih 48 Mendali Emas

Teriakan para atlet karate Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh memecahkan kehingan pagi di seputaran Aula SMK Negeri 3 Banda Aceh, setelah tim atlet karate Aceh berhasil meraih 48 mendali emas di PON ke XXI Sumut-Aceh. ANTARAN/Istimewa
Bagikan:

“Mendali tersebut diraih lewat delapan Event Nasional dan Internasional. Prestasi yang membanggakan bagi masyarakat Aceh. Langkah yang luar biasa ini tidak datang begitu saja. Semua diraih dengan harga yang mahal. Penuh perjuangan dan pengorbanan prihatin dan berdarah-darah yang dilalui para sensei dan juga atlet,” ucapnya.

Jurnalis: Maghfirah

ANTARAN | BANDA ACEH – Teriakan para atlet karate Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh memecahkan kehingan pagi di seputaran Aula SMK Negeri 3 Banda Aceh, setelah tim atlet karate Aceh berhasil meraih 48 mendali emas di PON ke XXI Sumut-Aceh.

Arei Marzuki pelatih kepala Atlet karate PON Aceh menyebutkan, Senin (18/03/2024) mengatakan, melalui tangan dingin para sensei berprestasi baik ditingkat Nasional maupun Internasional hingga mereka berhasil membawa pulang 48 mendali emas dan 7 perak ke Aceh.

“Mendali tersebut diraih lewat delapan Event Nasional dan Internasional. Prestasi yang membanggakan bagi masyarakat Aceh. Langkah yang luar biasa ini tidak datang begitu saja. Semua diraih dengan harga yang mahal. Penuh perjuangan dan pengorbanan prihatin dan berdarah-darah yang dilalui para sensei dan juga atlet,” ucapnya.

Baca Juga:  Kapolres Nagan Raya Gelar Sertijab Kasat Reskrim dan Kasat Resnarkoba

Dikatakan, ditengah tidak kondusifnya Forki Aceh dengan keterbatasan dana namun para Atlit ini bisa berjaya membawa nama Aceh ke tingkat Nasional bahkan Internasional.

Lebih lanjut sebutnya, dia menyampaikan apresiasi atas kegigihan anak-anak didiknya dengan berbagai keterbatasan dan kekurangan mereka siap berjuang demi Rakyat Aceh.

Para atlet ini, sambung mantan atlet Nasional ini, mereka siap betempur dalam Pekan Olahraga Nasional XXI mendatang. Saat ini para atlet sedang konsentrasi mengasah ketrampilan bela dirinya di Aula SMK Negeri 3 Banda Aceh, dengan bimbingan langsung darinya dan juga bantuan Sensei Hendra yang juga mantan Atlet Karate Nasional asal Aceh.

“Di Aula ini mereka digodok agar dapat menjadi Srikandi Aceh seperti Cut Nyak Dein dan Cut Meutia pejuang Aceh yang tidak kenal menyerah. Tidak saja dibekali fisik dan teknik tetapi juga dibekali mental dan spritual agar mereka bisa menjadi patriot Aceh yang tangguh dalam menghadapi PON XXI Aceh-Sumut,” sebut Arie.

Baca Juga:  Perhari, Dapur Umum Aceh Selatan Salurkan 10.500 Nasi Bungkus Untuk Korban Banjir

Arie juga mengatakan, dibalik hingar bingar berbagai prestasi yang sudah diraih terselip cerita duka yang dilalui oleh Tim Karate PON Aceh ini. Hendra salah Satu Sensei Karate Aceh mengisahkan sudah 3 bulan mereka belum mendapatkan uang akomodasi.

“Bahkan salama ini dalam mengikuti berbagai event kejuaran pelatih kepala harus mengorek katong pribadi. Dengan bebagai hambatan yang ada namun semua itu tidak menjadi hambatan bagi kami menuju PON XXI. Kami akan terus berupaya menjadi yang terbaik di Tingkat Nasional,” ujaranya.

Najla Syakira atlet senior karate diantara atlit lainya menyebutkan, demi Aceh tak peduli meski harus berlatih dalam keprihatinan, bak berjalan diatas karang yang tajam. Cobaan demi cobaan terus dilalui iming-iming kemewangan dari provinsi lain tidak membuatnya bergeming.

Baca Juga:  Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Gelar Lomba Berhitung Cepat

Sambung Najla, Aceh tetap menjadi perioritasnya untuk bertahan. Sebagai seorang putri Aceh Najla ingin berjaya dikanca nasional mengharumkan nama Aceh.

“Demi Aceh kami akan berjuang sekuat tenaga. Prestasi kami adalah prestasi Aceh. Mohon Doa dan Dukungan. Perjuangan kami bukan untuk kami semata tetapi perjuangan ini merupakan perjuangan untuk rakyat Aceh. Dikanca PON XXI,” terang Najla.

Najla juga mengaku apa yang sudah didapat semua tidak terlepas dari para pelatih yang handal. sebagai atlet karate Najla merasakan Camp pelatihan yang berbeda dari sebelumnya.

“Semua prestasi yang dilalui lewat pelatihan yang terprogram dengan baik dan benar. Kesunguhan pelatih menjadi motivasi kami dalam berjuang menjadi yang terbaik kedepan,” demikian pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.