13 Rempah Perioritas Aceh Selatan Motor Pertahankan Juara Umum PKA 8

Pj Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma, S. STP didampingi Kadisdikbud Akmal, AH, S. Pd mengamati rempah andalan yang dipamerkan di Anjungan PKA-8. ANTARAN/Sudirman Hamid
Bagikan:

“Sebanyak 13 rempah-rempah andalan Aceh Selatan menjadi motor untuk mendulang juara umum PKA-8. Primadona Pala, Nilam, Lada dan Pinang,” kata Pj Bupati Cut Syazalisma.

Jurnalis: Sudirman Hamid.

ANTARAN | BANDA ACEH – Tekat mempertahankan gelar juara umum bersemanyam bagi kontingen Aceh Selatan. Indikatornya, selain nilai-nilai peradaban, seni dan budaya, 13 rempah perioritas menjadi motor perjuangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma, S. STP saat diwawancarai awak media di Anjungan Kota Naga, Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Senin (6/11/2023) sore tadi.

Baca Juga:  Rutan Kelas IIB Tapaktuan Ikuti Upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke - 58 Secara Virtual 

“Sebanyak 13 rempah-rempah andalan Aceh Selatan menjadi motor untuk mempertahankan juara umum PKA-8 tahun 2023. Primadonanya Pala, Nilam, Lada dan Pinang. Semangat ini menyala dibuktikan kerja keras dan kekompakan yang terjalin,” kata Pj Bupati Cut Syazalisma.

Menurut bupati, pala dan nilam merupakan komuditi unggulan di Aceh Selatan, sejak zaman penjajahan sudah diakui dunia bermutu nomor satu. Hasil tani masyarakat ini patut menjadi kebanggaan rakyat Aceh, bahkan secara nasional.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Korban Penamparan Anak di Bawah Umur Minta Pelaku Segera Diproses

Peluang lain, kata Cut Syazalisma, panitia sudah menyiapkan tiga adat budaya khas Aceh Selatan yang tidak dimiliki daerah lain, yaitu; adat Aceh tulen, aneuk Jamee dan Kluet.

Bukan hanya itu, seabrek seni budaya siap tampil dipentas PKA-8. Sebagai penyangga, Aceh Selatan juga diperkaya alat-alat tradisional yang mulai langka dijumpai di era moderen dan teknologi canggih.

“Bagi Aceh Selatan, perhelatan PKA bukanlah mengumbar dongeng, tetapi gerak nyata merajut dan mempertahankan adat istiadat dan kebudayaan Aceh. Kita sudah berjuang dan berusaha dengan gigih, tentu hasilnya bukan kebohongan,” ujar Pj Bupati.

Baca Juga:  13 Napi Rutan Tapaktuan Dibebaskan Lewat Program Asimilasi Rumah

Kepada antaran ditegaskan, kontingen Aceh Selatan terus dibimbing agar mematuhi semua aturan yang diberlakukan panitia. Konsep-konsep melayani pengunjung dengan baik dan santun harus diutamakan.

“Alhamdulillah, sejak perhelatan PKA-8 dimulai, Anjungan Aceh Selatan setiap saat dipadati pengunjung. Kehadiran masyarakat tentunya memiliki kesan dan makna tersendiri dari pada lenggang dan sepi,” ulasnya seraya tersenyum. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.