13 Terpidana Judi dicambuk, Eks Ketua KIP Abdya Gagal Akibat Tensi Darah Tinggi

Para terpidana kasus maisir menjalani eksekusi cambuk di halaman Kantor Kejari Abdya, Kamis (20/10/2022). ANTARAN - RIZAL
Bagikan:

“Mengingat waktu, kita langsung melaksanakan uqubat cambuk untuk 10 terpidana dulu berhubung satu orang dinyatakan sakit dan dua orang masih belum hadir,” kata Fahrul.

Jurnalis : Rizal

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE –
Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya (Kejari Abdya) melakukan eksekusi cambuk untuk perkara kasus judi atau maisir yang berlangsung di Halaman kantor Kejari setempat, Kamis (20/10/2022) jelang siang sekira pukul 11.00 wib.

Kajari Abdya Heru Widjadmiko SH MH melalui Kasi Pidum, Fahrul Razi Sihotang SH MH menyampaikan berdasarkan Surat Lampiran pada Kejaksaan Negeri Abdya, nomor :B- /L.1.28/Eku.3/10/2022 Tanggal 17 Oktober 2022 disebutkan bahwa ada 13 terpidana yang menjalani hukuman cambuk termasuk diantaranya mantan Ketua KIP Abdya yang tersandung kasus judi remi pada tahun 2021 lalu.

Baca Juga:  Pj Ketua PKK Aceh Ajak Santri Konsumsi Makanan Sehat Bergizi

Fahrul juga menyebutkan, mereka yang mendapatkan hukuman cambuk akibat tersandung kasus maisir itu, masing-masing, Khairul Syahputra dicambuk 18 kali, Safri sebanyak 14 kali cambuk, Defi Mahdiahindah 14 kali cambuk, Darmansyah 25 kali cambuk.

Selanjutnya mantan Ketua KIP Abdya, Sanusi 23 kali cambuk, Syafrizal 17 kali cambuk, Ilyas 17 kali cambuk, Jailani. MC 17 kali cambuk, Tes Rianto 17 kali cambuk, Aprizal 17 kali cambuk, Faisal alias Sichan 17 kali cambuk, T. Nun Parisi 17 kali cambuk dan Muhibbudin 26 kali cambuk.

“Mengingat waktu, kita langsung melaksanakan uqubat cambuk untuk 10 terpidana dulu berhubung satu orang dinyatakan sakit dan dua orang masih belum hadir,” kata Fahrul.

Baca Juga:  Ombak Tinggi Geranyangi Objek Wisata RTH Tapaktuan

Amatan dilapangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari setempat telah mencambuk sembilan terpidana secara bergiliran. Ketika akan memanggil nama mantan Ketua KIP Abdya Sanusi, JPU terpaksa menjeda waktu lantaran yang bersangkutan (Sanusi) dinyatakan belum siap oleh tim medis.

Setelah memakan waktu lebih kurang hampir setengah jam, akhirnya Sanusi dinyatakan tidak siap untuk di eksekusi cambuk. Dimana, tim medis langsung mengumumkan mengenai kondisi Sanusi yang mengalami pusing serta cemas hingga tensi darah mencapai 180.

Iqbal SH selaku JPU Kejari Abdya menyatakan kalau proses cambuk untuk Sanusi dan tiga terpidana lainnya akan dijadwalkan kembali berbarengan dengan kasus pelanggaran hukum jinayat yang masih dalam proses persidangan di Mahkamah Syariyah Blangpidie.

Baca Juga:  PT SBA Dukung Program PWI, Jajaki Berbagai Peluang Kerja Sama

Sebelumnya, Kajari Abdya, Heru Widjatmiko, dalam sambutannya menyampaikan, hukuman cambuk untuk hari ini maisir sebanyak 5 perkara dengan jumlah terpidana ada 13 orang satu orang dinyatakan sakit, dua orang belum hadir. Mengingat waktu ada 10 orang yang akan dieksekusi segera.

“Semoga pelaksanaan hukum cambuk ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar ada efek jera. Dan hukum cambuk hari ini sudah sesuai dengan SOP dengan mengawali cek kesehatan bagi masing-masing terpidana cambuk,” singkat Kajari Heru

Dalam acara itu turut dihadiri Ketua DPRK Abdya Nurdianto, Sekda Abdya Salman Alfarisi ST, Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Roqich Hariadi, mewakili Kapolres dan Kapala Lapas Kelas IIB Blangpidie serta para tamu undangan lainnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.