Misteri Gunung Tengku Lhok Pawoh, Kibaran Bupanji hingga Taman Surgawi

Ilustrasi Pegunungan. ANTARAN/Istimewa.
Bagikan:

“Dahulu, bila kain Bupanji berkibar di Gunung Tengku Lhok Pawoh, sebagai  pertanda negeri akan makmur dan tanaman subur dengan hasil melimpah ruah,”  kata almarhum Yahwa Mak Piah.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Gunung Tengku Lhok Pawoh berada di ketinggian dan terlihat indah di kawasan Gampong (desa) Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, disebut-sebut memiliki keajaiban, keramat dan penuh misteri.

Sekitar tahun 1966, kain berwarna putih berukuran besar atau sering disebut Bupanji masih terlihat berkibar di antara pepohonan dan butiran awan di pegunungan Tengku Lhok Pawoh, kata almarhum Yahwa Mak Piah kepada antaran semasa ia masih hidup era tahun 1999 bertepatan masa kejayaan komoditi Pala.

“Kibaran Bupanji di Gunung Tengku Lhok Pawoh tidak terlihat oleh sembarangan orang, penglihatan Bupanji biasanya diawali orang-orang yang taat beribadah dan baik hati,” ungkap Yahwa Mak Piah.

Menurut dia, apabila Bupanji terlihat berkibar di gunung Lhok Pawoh yang menjulang tinggi, itu pertanda akan datang kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat, terutama hasil tani dan nelayan melimpah ruah. Hingga tahun 1970 sampai saat ini, kain Bupanji itu tidak pernah lagi kelihatan berkibar.

“Tidak pernah diketahui siapa yang melakukan pengibaran Bupanji tersebut. Namun diyakini, tidak ada seorang warga pun yang tinggal di hutan belantara  karena lokasi penduduk bertani sangat jauh dari titik Bupanji berkibar,” tandasnya.

Baca Juga:  Distan Aceh Selatan Gelar Fiel Day Penerapan PHT Tanaman Pala

Keajaiban lain yang dihimpun antaran, didasari kisah-kisah menarik tempo dahulu, manakala warga tersesat di hutan Gunung Tengku Lhok Pawoh saat mencari Rotan dan Damar, sering mendapat bantuan di luar dugaan dan misterius.

Ketika warga tersesat dan tidak tahu lagi arah pulang, selama dua hari dua malam berbagai misteri menyelimuti mereka. Pada malam hari mereka harus tidur di atas pohon untuk menghindari gangguan binatang buas.

Suasana malam gelap gulita dan tidak ditemukan titik cahaya lampu arah pemukiman penduduk, apalagi pada zaman itu belum ada listrik di wilayah Aceh Selatan.

Sebut saja namanya Muhammadin, walaupun memendam rasa gelisah, dahaga dan lapar, namun tidak meninggalkan shalat lima waktu. Ia berwudhu dengan tayamum serta tidak henti-hentinya berzikir dan bermunajat kepada Allah SWT supaya ia menemui arah pulang.

Pada hari ketiga Muhammadin tersesat, ia terus menerobos perut hutan dan berusaha untuk  mendapati arah pulang. Menjelang sholat Dzuhur, tiba-tiba ia mendapati sebuah jalan layaknya jalan tikus.

Ditelusuri jalan itu dengan sangat hati-hati. Sungguh diluar dugaan, di depan matanya terlihat sebuah taman indah dan menakjubkan.

Baca Juga:  Sejumlah Objek Wisata di Aceh Selatan Dipadati Pengunjung

Tanam yang indah dan bersih itu dilengkapi sebuah pondok, Surau dan kolam berair jernih. Di sekeliling pondok, Surau dan Kolam terdapat aneka tanaman buah-buahan yang sedang berbuah lebat. Di antara percaya dan tidak, ia terus melangkah ke kolam bening untuk meneguk air.

Karena sudah memasuki waktu sholat Dzuhur ia pun mengambil wudhu lalu menuju bangunan mirip Surau. Tepat di pintu masuk, ia melihat bekas telapak kaki orang yang masih basah pada daun kering. Tanpa basa-basi Muhammadin langsung masuk dengan memberi salam.

Usai sholat dan berzikir Muhammadin keluar seraya memetik buah rambutan dan jeruk. Sebagian dimakan di tempat untuk mengganjal perut yang lapar. Seketika rasa lapar dan dahaganya pun menghilang. Sebagai bukti dan cerita untuk dikabari ke kampung halaman, ia memetik sejumlah buah-buahan lalu diisi ke dalam ambung bawaan dengan niat dibawa pulang.

Setelah diteliti lebih jauh, di sudut barat taman misterius itu terdapat ruas jalan yang diyakini menghubung menuju perkampungan. Muhammadin pun bergerak menelusuri jalan kecil tersebut. Ditengah perjalanan ia sadar, bahwa jalan itulah arah menuju perkampungan.

Memasuki areal perkampungan ia kembali merasa lapar dan ingin mengambil buah-buahan yang di petik di taman tadi untuk dinikmati. Namun alangkah terkejutnya, ternyata buah-buahan yang diambil itu sama sekali tidak ada lagi di dalam ambung, entah kemana raibnya. Iapun terkesima penuh tanda tanya.

Baca Juga:  Saat Peusijuek Mahasiswa, Alhudri : Harus ada Profesor Profesor dari Gayo Lues 

Tiba di perkampungan bertepatan mata hari tenggelam, Muhammadin menunaikan sholat Magrib di tepi Krueng Patek. Menuju ke rumahnya, Muhammadin disambut sejumlah warga yang merasa cemas karena ia lama tidak pulang. Kepada masyarakat, Muhammadin mencerita peristiwa yang dialami, termasuk tentang taman indah dengan tanaman berbuah lebat.

Menurut orang tua terdahulu, peristiwa itu tidak hanya dialami Muhammadin, tetapi sudah terlebih dahulu dialami beberapa warga yang tersesat di Gunung Tengku Lhok Pawoh. Peristiwa ini benar adanya dan diakui sejumlah sumber sebagai rentetan peristiwa misterius.

“Keajaiban dan nilai magis (halusinasi) yang dialami tersebut merupakan kekeramatan Wali Allah yang menghuni Gunung Tengku Lhok Pawoh. Peristiwa tersebut sebagai upaya untuk menyelamatkan orang-orang beriman dan berhati baik dengan memberi bantuan dan tersohor hingga saat ini,” papar sumber layak dipercaya.

Era tahun 1999 merupakan puncak kejayaan Gunung Lhok Pawoh dengan produsen Pala terbanyak di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh.(*)

Response (1)

  1. Saya sering mendengar kisah kisah seperti ini, ketika saya masih kecil sering orang tua kampung menceritakan tentang bupanji yang terlihat berkibar di gunung Tengku Lhok pawoeh tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.