272 Ternak di Aceh Selatan Terserang PMK

Kadis Pertanian Aceh Selatan, Nyaklah SP MM. ANTARAN / SUPRIJAL YUSUF
Bagikan:

Dari jumlah hewan ternak yang terserang itu, sebanyak 174 ekor sudah berhasil disembuhkan, 3 ekor dilaporkan mati dan 125 ekor lainya dalam proses penyembuhan saat ini.

Jurnalis : Suprijal Yusuf

ANTARANNEWS.COM|TAPAKTUAN – Wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) yang melanda Aceh Selatan sejak medio Mei 2022. Sampai saat ini, hanya sekitar 272 ekor hewan ternak sapi, kerbau dan kambing di Aceh Selatan yang terserang wabah tersebut.

Dari jumlah hewan ternak yang terserang itu, sebanyak 174 ekor sudah berhasil disembuhkan, 3 ekor dilaporkan mati dan 125 ekor lainya dalam proses penyembuhan saat ini.

Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran melalui Kadis Pertanian, Nyaklah SP MM didampingi Kabid Peternakan Dinas Pertanian, drh Sunaidi Hasyim kepada antarannews.com, Selasa (21/06/2022) menjelaskan, serangan PMK melanda Aceh Selatan sudah mulai terdeteksi sekitar medio Mei 2022.

“Namun, baru kita nyatakan sebagai wabah sekitar dua pekan lalu. Itu pun berdasarkan hasil pengujian sampel yang dilakukan Balai Veteriner Medan (BVet Medan) beberapa waktu lalu,” kata Nyaklah.

Baca Juga:  Cabuli Anak di Bawah Umur, Polres Bener Meriah Ringkus Pria Paruh Baya

Serangan PMK ini termasuk cepat diatasi, lanjutnya, karena petugas penyuluhan kesehatan hewan yang tersebar di lima titik Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang ada dalam wilayah Aceh Selatan cepat melakukan sosialisasi soal cara penanganan penyakit tersebut.

Disamping dukungan para peternak yang memiliki kesadaran tinggi untuk melaporkan ke petugas bila mendapat ternaknya memiliki gejala terserang PMK. “Ketika ada laporan dari masyarakat petugas kita langsung cepat melakukan penanganan dengan turun langsung ke lapangan,” katanya.

Buktinya, dari sekitar 2.680 populasi ternak sapi di Aceh Selatan yang ada saat ini hanya 177 ekor yang terserang wabah PMK. Dari jumlah sapi yang terjangkit wabah tersebut, sekitar 93 ekor sudah berhasil disembuhkan, sebanyak 81 ekor dalam proses penyembuhan saat ini, dan hanya tiga ekor yang dilaporkan mati.

Lalu, dari sekitar 4.979 ekor populasi ternak kerbau, hanya 93 ekor yang terserang, dan 51 ekor sudah berhasil disembuhkan, kemudian sekarang 42 ekor lainnya sedang dalam masa penyembuhan. “Insyah Allah ternak kerbau yang terserang PMK sampai sejauh ini belum ada laporan yang mati,” ujar Nyaklah.

Baca Juga:  Bentuk Jiwa Kepemimpinan, Mahasiswa STAI Tapaktuan Gelar LKMTD

Sementara, populasi hewan ternak kambing di Aceh Selatan saat ini mencapai 24.659 ekor.”Dari jumlah ternak kambing itu, hanya dua ekor yang terserang dan semunya saat ini dalam proses penyembuhan. Alhamdulillah, sampai sejauh ni kambing tidak ada yang dilaporkan mati akibat serangan PMK ini,” ungkapnya.

Serangan PMK ini mulai terjangkiti di Aceh Selatan sekitar akhir medio Mei 2022. “Saat diketahui langsung kita melakukan tindakan cepat dengan memberi sosiasliasi dan penyuluhan ke seluruh gampong. Kemudian mengisolasi ternak baik yang masuk ke maupun yang keluar, “ katanya.

Sosialisasi dan penyuluhan terkait penyakti MPK ini dengan gerak cepat bisa dilakukan, katanya, Aceh Selatan saat ini sudah memiliki lima titik Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

Dijelaskan, ada pun lima Puskeswan tersebut adalah, Puskeswan Padang Bakau di Kecmatan Labuhanhaji Tengah dengan wilayah kerja tiga kecamatan meliputi, Labuhanhaji Timur, Labuhanhaji Tengah dan Labuhanhaji Barat, serta Puskeswan Tanjung Harapan di Kecamatan Meukek dengan wilayah kerja tiga kecamatan meliputi, Meukek, Sawang dan Samadua.

Baca Juga:  PWI Aceh Kecam Oknum Polisi yang Rusak Alat Kerja Wartawan Saat Liput Demo di DPRA

Lalu, Puskeswan Jambo Manyang di Kecamatan Kluet Utara dengan wilayah kerja lima kecamatan meliputi, Pasie Raja, Kluet Utara, Kluet Selatan, Kluet Timur, dan Kluet Tengah, serta Puskeswan Jambo Papeun di Kecamatan Trumon Tengah dengan wilayah kerja meliputi, Trumon Tengah, Trumon Induk dan Trumon Timur.

Kemudian, Poskeswan Ujong Pulo Cut di BPP Bakongan Timur dengan wilayah kerja tiga kecamatan meliputi, Bakongan, Bakongan Timur, dan Kota Bahagia. “Untuk Kecamatan Tapaktuan sendiri langsung kita dari dinas yang menangani, karena disini memang tidak ada dibentuk Puskeswan,” katanya.

Dikatakan, untuk Poskeswan Ujong Pulo Cut yang baru beberapa waktu lalu dibentuk, memang sampai saat ini belum ada kantor dan berkantor sementara di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Trumon Timur. “Insyah Allah kalau tidak ada halangan dalam tahun ini kantornya sudah dibangun,” tandas Nyaklah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.