43 Santri DMT Jontor Subulussalam Ikut Khataman

Penampilan alumni MTs dan MA DMT Jontor usai diwisuda. ANTARAN/Khairul
Bagikan:

“Jangan lalaikan shalat, karena tanpa shalat semua akan sia-sia,” kata Zainal berharap alumni MTs melanjutkan ke MA DMT untuk mengikuti program belajar berkelanjutan, lalu alumni MA ke jenjang yang lebih tinggi.

Jurnalis: Khairul

ANTARAN | SUBULUSSALAM – Sebanyak 43 santri MTs dan MA Dayah Modern Terpadu (DMT) Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam mengikuti khataman di aula Pendopo Wali Kota Subulussalam, Senin (06/05/2024).

Zainal Abidin, S.PdI, Kepala MA DMT Jontor, menyebutkan, 43 santri itu terdiri dari 39 tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) Angkatan ke-28 dan empat santri Madrasah Aliyah Angkatan ke-25.

Kepada para alumni, Zainal minta terus belajar, baik formal maupun informal karena ke depan tantangan semakin komplit.

Baca Juga:  Rapat Pemetaan Keuangan Pemko Subulussalam Belum Berkesimpulan

“Jangan lalaikan shalat, karena tanpa shalat semua akan sia-sia,” kata Zainal berharap alumni MTs melanjutkan ke MA DMT untuk mengikuti program belajar berkelanjutan, lalu alumni MA ke jenjang yang lebih tinggi.

Memberi bimbingan pada khataman ditandai pengalungan selempang dan ijazah DMT kepada wisudawan, Direktur Pendidikan/Pimpinan DMT, Drs. Bambang Chairuddin, MM sebut jika sejak berdiri 1989 (sesuai akta pendirian), DMT mengawali belajar progresif, 1991 sistem belajar gratis dan mendatangkan santri dari trans bekerjasama dengan MPU.

Baca Juga:  Khataman 63 Alumni Ponpes Terpadu RJ Angkatan XII Sukses

Kemudian, 1993 perdana dibuka MTs disusul tiga tahun kemudian berdiri MA dengan salah seorang alumnus I saat ini, Aris Yulianto, kini PNS yang hadir selaku orang tua seorang santri MA. Disebut, TPA/TKA binaan DMT Jontor juga perdana dan tertua di Aceh.

Sangat bersyukur, DMT Jontor menjadi basis pendidikan yang tidak hanya mendidik anak tetapi juga orang tua, Bambang mengapresiasi para orang tua yang mengamanahkan anak-anak mereka dididik di DMT Jontor dan saatnya kini sudah tamat (khataman).

Kepada semua alumni, Bambang sebut proyeksi pendidikan jika pada abad ke-21 setiap orang, terlebih santri harus memiliki akhlak baik (karakter moral dan kinerja) dan berkompetensi (kritis, kreatif dan komunikatif) serta literasi (tidak cuma membaca, menulis) tetapi perlu keterbukaan wawasan.

Baca Juga:  Putri "Aceh Hebat" Lahir di Samudera Hindia, Antara Calang dan Simeulue

“Tamat mau ke mana, gaya tak penting, misnok (baca: miskin tapi nokoh) karakter tidak baik dan jangan abaikan shalat,” kata Bambang, mengapresiasi jajaran staf pengajar dan keluarga besar DMT yang dinilai berperan besar dalam hidup dan perkembangan DMT hingga saat ini.

Selain para orang tua para santri khataman, hadir di sana Pengawas Madrasah, Aab Syihabuddin, M.Ag mewakili Kepala Kantor Kemenag Kota Subulussalam dan undangan lain. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.