Abiya Jeunieb : Islam Mengajari Kita Cinta Kasih dan Care Sesama

Pimpinan Pondok Pesantren Pesantren Rauhul Mudi Al Aziziyah, Tgk Muhammad Yusuf atau sering disapa Abiya Jeunieb. ANTARAN / Foto Ist
Bagikan:

“Kenapa kita merantau ? Karena ingin hijrah menuju perubahan, agar keluar dari rasa malas,” ujar Abiya Jeunieb. 

Jurnalis : Sahidal Andriadi

ANTARAN|JAKARTA – Pimpinan Pondok Pesantren Pesantren Rauhul Mudi Al Aziziyah, Tgk Muhammad Yusuf atau sering disapa Abiya Jeunieb mengatakan, kemalasan adalah hambatan serius yang dihadapi manusia dalam mengembangkan dirinya, termasuk dalam beribadah kepada Allah SWT.

“Kenapa kita merantau ? Karena ingin hijrah menuju perubahan, agar keluar dari rasa malas,” ujar ayah anak-anak yatim asal Jeunieb itu, dalam acara Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Bamus Pidie Jaya, di Jakarta Minggu (3/12) petang.

Baca Juga:  Selama Tiga Bulan, Polres Aceh Selatan Berhasil Tangkap 16 Tersangka Kasus Peredaran Narkoba

Ketika para warga Aceh memilih merantau, menurut Abiya Jeunieb, mereka sudah bertekad, pergi meninggalkan kampung halaman untuk hijrah, agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik. “Jika di perantauan tidak juga tidak berubah, berarti Saudara-saudara belum berhijrah,” imbuhnya.

Abiya Jeunieb menegaskan, Islam mengajari kita hukum yang tegas dan lengkap baik dalam urusan ibadah maupun dalam urusan muamalah. Tidak ada kesusahan bagi umat Islam ketika hidup di dunia, kalau kita saling mengasihi dan peduli sesama.

Baca Juga:  Kantor Camat Bukit Tusam Yang Baru Dibangun Mirip Bak Tempat "Jin Buang Anak"

“Salah satu ajaran Agama kita, adalah kewajiban mengasihi anak yatim, bahkan ada sanksi yang berat untuk yang menyia-nyiakannya,” imbuhnya.

Ketua Umum Badan Musyawarah Pidie Jaya, Said Malawi mengatakan, perayaan maulid adalah kalender rutin setiap tahunnya, yang dilaksakan masyarakat Pidie Jaya yang berada di perantauan, Jabodetabek.

“Ini ajang kami warga pijay di sini untuk silaturrahmi sekaligus mensyukuri atas rahmat ilahi, dengan merayakan maulid. Terkadang, dengan kesibukan masing-masing diantara kita tidak saling bertemu,” ujarnya.

Baca Juga:  Tiga Jam Lalu, Seorang Bocah Tenggelam di Krueng Aceh

Acara maulid kali ini dihadiri oleh banyak tokoh asal Pidie Jaya yang saat ini ada di Jakarta. Selain itu hadir pula Anggota DPR-RI, Rafly Kande, Direktur Utama PT Padoma Global Neo Energi (PGNE) Papua Barat T. Heriwansyah, Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (TIM) Muslim Armas, Pengacara J Kamal Farza, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya, juga Asisten I Sekdakab Pidie Jaya Said Abdulllah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.