Aceh Jaya Kembangan Tiga Pusat Pertumbuhan Ekonomi Hijau dan Biru

Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin S.Sos,M.Si memberi sambutan sekaligus membuka lokakarya bertema Pengembangan Ekonomi Terpadu Aceh Jaya, Kamis (13/07/2023). ANTARAN / Foto Ist
Bagikan:

“Butuh dana besar untuk mendukung pembangunan Aceh Jaya. Ada begitu banyak peluang anggaran melalui berbagai sumber yang dapat kita akses,” ujar Dr Nurdin dalam sambutannya.

Jurnalis : Affan Ramli

ANTARAN|CALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya sedang mengembangkan tiga pusat pertumbuhan Ekonomi Hijau dan Biru berbasis Kawasan. Meliputi Kawasan Lamno, Rigaih, dan Teunom.

Masing-masing kawasan menjangkau masyarakat di tiga kecamatan, sehingga tiga pusat pertumbuhan ekonomi tersebut dapat menjangkau sembilan kecamatan di Aceh Jaya.

Hal itu disampaikan oleh Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin S.Sos,M.Si dalam sambutan sekaligus membuka lokakarya bertema Pengembangan Ekonomi Terpadu Aceh Jaya.

Baca Juga:  Sukseskan Pemilu, 3.094 KPPS di Abdya Dilantik

Lokakarya yang berlangsung di Hotel Rasamala, Banda Aceh, Kamis (13/07/2023) ini didukung oleh Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia sebagai mitra BKSDA Aceh.

“Butuh dana besar untuk mendukung pembangunan Aceh Jaya. Ada begitu banyak peluang anggaran melalui berbagai sumber yang dapat kita akses,” ujar Dr Nurdin dalam sambutannya.

Namun, lanjut Dr Nurdin, Aceh Jaya tidak bisa mengakses sumber-sumber dana di luar APBK jika tidak menyiapkan syarat-syarat dokumen, kelembagaan, dan hal-hal lainnya yang diperlukan dalam mekanisme penyaluran dana-dana tersebut.

Berbagai Kementrian, APBA, Pemerintah Amerika, Bank Dunia, dan pelaku pasar internasional mengalokasikan dana untuk pertumbuhan Ekonomi Hijau (Green Economy) dan Ekonomi Biru (Blue Economy).

Baca Juga:  Pemkab Abdya Gelar Kegiatan Pembersihan Pantai Ujong Seuranga

“Maka Aceh Jaya perlu menyiapkan diri untuk mampu merespon peluang-peluang tersebut, dimulai dari perencanaan yang terintegrasi yang kita bahas melalui forum Lokakarya hari ini ‘Pengembangan Ekonomi Terpadu Aceh Jaya,” tambah Pj Bupati Aceh Jaya.

Dalam lokakarya tersebut, hadir juga narasumber lain dari Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Bappeda Aceh, dan BKSDA Aceh menyampaikan pandangan, data-data, dan bahan yang diperlukan sebagai dasar peserta menyusun Rencana Aksi Pengembangan Ekonomi Hijau dan Biru Berbasis Kawasan di Aceh Jaya.

Baca Juga:  Terbang Ke Jakarta, Pj Bupati Abdya Terima Tropi Proklim Utama

Lokakarya dibagi ke dalam beberapa sesi. Sesi pemantik diskusi yang disampaikan para narasumber, sesi curah pendapat, sesi kerja kelompok yang bertugas menyusun rencana di masing-masing Kawasan pertumbuhan ekonomi.

“Sesi pemetaan aktor dan para pihak yang akan berkontribusi, dan pembentukan tim perumus yang akan menyempurnakan dokumen setelah lokakarya selesai,” urai Muhammad Taufik Abda yang bertindak sebagai fasilitator dalam lokakarya tersebut.

“Setelah Rencana Aksi pertumbuhan ekonomi hijau dan biru ini selesai disusun, Pemerintah Aceh Jaya akan meregulasikannya menjadi Peraturan Bupati. Kalau cukup sumberdaya, kita dorong ditetapkan dalam Qanun Kabupaten” pungkas Dr Nurdin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.