Aduh, Aceh Selatan Kekurangan Guru PAUD, SD dan SMP Sebanyak 977 Orang

Kadisdikbud Aceh Selatan, Akmal AH, S.Pd. ANTARAN/foto ist
Bagikan:

“Kekurangan guru di Kabupaten Aceh Selatan jenjang pendidikan PAUD hingga SMP sampai tahun 2025 lebih kurang 977 orang. Hendaknya kondisi ini menjadi prioritas pemerintah Pusat dan Kemenpan RB, sehingga pertumbuhan Pendidikan di daerah lebih berkualitas dan maju,” kata Kadis Dikbud Aceh Selatan, Akmal AH, S.Pd.

Jurnalis: Sudirman Hamid

ANTARAN | TAPAKTUAN – Guru merupakan ujung tombak dan garda terdepan untuk mencerdaskan anak bangsa, sekaligus sebagai generasi pewaris dan penerus tanah air tercinta. Sayangnya, di daerah masih kekurangan guru, salah satu kabupaten Aceh Selatan, diperkirakan kekurangan guru nyaris tembus 1.000 orang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Selatan, Akmal AH, S.Pd menyebutkan, sesuai data dan rincian akurat Analisis Beban Kerja (ABK) dibutuhkan 2.554 guru. Sementara jumlah guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 1.567 orang. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2023 berjumlah 103 guru dan akan pensiun sampai tahun 2025 sebanyak 93 orang.

Baca Juga:  Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Aceh Selatan

“Kekurangan guru di Kabupaten Aceh Selatan jenjang pendidikan PAUD hingga SMP sampai tahun 2025 lebih kurang 977 orang. Hendaknya kondisi ini menjadi prioritas pemerintah Pusat dan Kemenpan RB, sehingga pertumbuhan Pendidikan di daerah lebih berkualitas dan maju,” kata Kadis Dikbud Aceh Selatan, Akmal AH, S.Pd kepada antaran, Kamis (4/1/2024).

Untuk kelancaran proses belajar mengajar di sekolah, tambah Akmal AH, selama ini pemerintah ditunjang guru berstatus Bukan Pegawai Aparatur Sipil Negara (BPASN) dengan jumlah sangat signifikan tembus 1.734 orang pada jenjang PAUD, SD dan SMP yang menyebar seantero Aceh Selatan, meliputi 18 kecamatan, terdiri 260 desa.

Data guru aktif, kekurangan dan akan menjalani pensiunan di kabupaten Aceh Selatan Tahun 2024. ANTARAN/dokumentasi

“Detailnya, kekurangan guru ASN berjumlah 884 orang ditambah akan menjalani pensiunan sebanyak 93 orang . Total kekurangan guru di Aceh Selatan sampai tahun 2025 diperkirakan sebanyak 977 orang. Ini belum lagi jika terjadi hal-hal diluar dugaan, seperti meninggal dunia dan pindah tugas ke luar daerah,” papar Akmal AH.

Baca Juga:  Panwaslih Aceh Selatan:  Terlibat Money Politik Diancam Pidana 4 Tahun dan Denda Rp 48 Juta

Adapun siklus kekurangan guru di Kabupaten Aceh Selatan sebagai berikut; Tingkat Sekolah PAUD, jumlah ABK 120 orang, ASN tersedia 37, kekurangan 88 orang, BPASN 178, PPPK kosong dan akan pensiun sebanyak 3 guru.

Jenjang Sekolah Dasar (SD), guru kelas ABK 1.263 orang, ASN 936, kekurangan 254 orang, BPASN 869, PPPK 73 orang akan pensiun 56 orang. Guru Pendidikan Agama, ABK 212 orang, ASN 86, kekurangan 112, BPASN 220, PPPK 14 orang dan pensiun 3 guru. Kemudian Penjaskes; ABK 212, ASN 77 orang, kekurangan 134 guru, BPASN 40, PPPK 1 orang dan pensiun 3 guru. Direkapitulasi kondisi guru dilevel SD menjadi; ABK 1.687 orang, ASN 1.099 orang, kekurangan 500 guru, BPASN 1.129 orang, PPPK 88 orang dan pensiun berjumlah 62 guru.

Baca Juga:  Bupati Tgk Amran Tutup Turnamen Sepak Bola Sinarmas Cup VII Lawe Cimanok

Kemudian tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), meliputi bidang study; Penjaskes, Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PPKN, IPA, IPS, Matematika, Seni Budaya, Prakarya, Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Konseling (BK/BP), ABK (kebutuhan) 745 guru, ASN 431 orang, Kekurangan 296 guru, BPASN 443 orang, PPPK yang ada 15 guru dan pensiun sebanyak 28 orang.

Disampaikan Kadisdikbud, Jumlah kekurangan 977 guru di Aceh Selatan meliputi 132 sekolah PAUD/TK, sebanyak 205 sekolah SD dengan komposisi 1.281 Rombongan Belajar (Romber) dan 62 sekolah SMP terdiri 355 kelas.

“Apabila tidak mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, Kemenpan RB dan BKN, maka bisa diprediksikan masa depan dunia Pendidikan di Aceh Selatan akan mengalami stagnan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami berharap dapat ditambah kuota rekrutmen guru PPPK pada tahun 2024 dan 2025 mendatang,” tutup Akmal AH. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.