Air PDAM Macet, Pemko Dinilai Abaikan Kebutuhan Dasar Warga

Kondisi jalan nasional rusak parah di Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, ditengarai salah satu penyebab terganggu pasokan air PDAM ke rumah konsumen. Foto diambil, Rabu (03/04/2024). ANTARAN/Khairul
Bagikan:

“Pompa terkendala, rusak tiga, cuma dua berfungsi sehingga hidup harus gantian setiap 6 jam,” kata Alhaddin.

Jurnalis: Khairul

ANTARAN | SUBULUSSALAM – Pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pemeritah Kota Subulussalam macet. Hal tersebut membuat warga kesulitan dalam memenuhi air bersih.

Pemerintah Kota Subulussalam pun dinilai mengabaikan kebutuhan dasar warga. Pasalnya, berulang perangkat penting bagian mesin pompa air PDAM itu rusak sejak dibangun beberapa tahun lalu, upaya perbaikan terkesan tidak maksimal dilakukan.

Sejumlah konsumen mengatakan, memasuki pekan ketiga ramadan tahun ini, pasokan air ke rumah mereka macet. Bahkan seorang sumber akui kalaupun air mengalir, dalam sehari tidak mencapai satu jam.

Baca Juga:  Gubernur Aceh Akan Beri Dukungan Dana Untuk Porwanas

Pantauan di Masjid Al Iman, Jontor yang selama ini memanfaatkan air PDAM di sana kosong sehingga menjadi kendala bagi jama’ah untuk berwudu’.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Alhaddin dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp nya, pada Selasa (02/04/2024) mengatakan, tiga dari lima unit pompa rusak sehingga hanya dua berfungsi.

“Pompa terkendala, rusak tiga, cuma dua berfungsi sehingga hidup harus gantian setiap 6 jam,” kata Alhaddin.

Baca Juga:  Pj Gubernur Apresiasi Peran Aktif Polri Dukung Pembangunan di Aceh

Kendala lain, katanya, badan jalan nasional yang longsor di Cepu. Untuk perbaikan dibutuhkan dana lumayan besar dan penarikan anggarannya bisa dilakukan setelah lebaran tahun ini.

Catatan media ini, operasional PDAM baru kembali normal pada akhir November 2023, setelah kerusakan terakhir, sebulan lebih sebelumnya akibat hantaman petir. Pelanggan pun terpaksa memanfaatkan tadah hujan atau sungai terdekat.

Menghadapi kerusakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) saat itu, Pelaksana PDAM, J. Simbolon sebut mendatangkan teknisi dari Medan, melakukan perbaikan.

Baca Juga:  Kontingen Aceh Singkil Apresiasi Dukungan dan Motivasi Ketua PKK Selama Bertanding

Dikatakan, operasional PDAM bisa lancar 24 jam jika pompa intake empat unit dan tenaga operator ditambah. Dengan demikian, 1.700-an konsumen bisa terlayani.

Catatan lain, keluhan warga soal PDAM nyaris belum disahuti. Tiga periode depenitif kepala daerah, PDAM masih sisakan masalah, dengan kerusakan berulang.

Warga berharap, rekomendasi legislatif kepada eksekutif pada Paripurna DPRK beberapa bulan lalu dengan memprioritaskan perbaikan atau hal-hal yang terkait dengan PDAM Subulussalam, terealisasi tahun ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.