Akhirnya Wanita Tanpa Identitas di RSUD-YA Tapaktuan Dijemput

Kabid pelayanan medik RSUD-YA Tapaktuan, dr. Ikram (berpakaian dinas) menyerahkan wanita tanpa identitas kepada pihak keluarga dan Yayasan Herry Center saat penjemputan. Foto: ANTARAN/Dokumentasi
Bagikan:

“Alhamdulillah, berkat perkembangan informasi media, setelah 16 hari terlantar di rumah sakit, akhirnya wanita tanpa identitas dijemput keluarga dalam kondisi normal,” kata Rabialdi.

Jurnalis : Dirman J

ANTARAN|TAPAKTUAN – Setelah lebih kurang 16 hari terlantar tanpa didampingi pihak keluarga, akhirnya wanita tanpa identitas yang ditemukan tergeletak lemas di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah-dr H Yuliddin Away (RSUD-YA) Tapaktuan, Aceh Selatan dijemput keluarga, Selasa (04/04/2023).

Direktur RSUD-YA Tapaktuan, Aceh Selatan, dr Syah Mahdi, Sp.PD melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Rabialdi, S.Psi, SE, MM membenarkan perempuan yang ditemukan tergeletak lemas tanpa identitas tanggal 21 Maret 2023 lalu sudah dijemput pihak keluarga.

Baca Juga:  Memutus Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan, Rifa dan Sali Dirikan Rumah Belajar Gartala

“Alhamdulillah, berkat perkembangan informasi media, setelah 16 hari terlantar di rumah sakit, akhirnya wanita tanpa identitas dijemput keluarga dalam kondisi baik dan sehat alias normal,” kata Rabialdi kepada AntaranNews.com.

Dikatakan Rabialdi, pasien wanita tanpa identitas tersebut dijemput tadi pagi dengan mobil ambulan Yayasan Herry Center Banda Aceh. Selanjutnya pihak keluarga bersama utusan Herry Center membawa pulang ke Aceh Barat Daya (Abdya).

“Pasien tersebut diserahkan oleh Kepala Bidang (Kabid) pelayanan medik RSUD-YA Tapaktuan, dr. Ikram kepada pihak keluarga atas nama Khamisah (60), alamat Ie Mirah, kecamatan Babah Rot, Abdya,” ujar Rabialdi.

Baca Juga:  Camat Teluk Dalam Minta Aparatur Desa Kompak dan Disiplin

Sebagaimana diberitakan kemarin, untuk mempermudah melakukan pencarian dan pelacakan identitas wanita tersebut, pihak RSUD-YA telah mencek sidik jari korban (pasien) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Selatan.

“Hasil dari pengecekan sidik jarinya, wanita yang ditemukan tergeletak tanpa identitas itu diduga bernama Salma. Lahir di Aceh Pidie tanggal 25 /09/1965. Dari data yang dilacak, korban beralamat di Padang Hilir, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya),” terang Rabialdi.

Baca Juga:  Miliki 26 Bungkus Ganja Kering, Seorang Warga Susoh Ditangkap

Mulanya, Selasa (21/3/2023) petugas rumah sakit menemukan seorang ibu tanpa identitas dalam kondisi tergeletak dan lemas di lingkungan pelayanan kesehatan setempat. Para medis melakukan pertolongan untuk dirawat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).

Kronologisnya, kata Rabialdi, ketika ditemukan petugas berusaha membangunkan wanita itu yang dipikir tidur sembarangan. Dipanggil-panggil tidak ada respon. Diajak komunikasi juga tidak dijawab. Hal ini menyebabkan petugas sulit mengetahui nama dan asalnya dari mana.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.