Aktivitas Perusahan Tambang Meresahkan, Warga Minta Pemerintah Berikan Rasa Keadilan 

Lokasi perusahaan pertambangan PT Beri Mineral Utama (BMU) di gampong Simpang Tiga. ANTARAN / Foto ist
Bagikan:

“Saya berharap atas dasar kunjungan tersebut pihak pemerintah tidak memandang asas manfaat dari segi ekonomi saja, tetapi dari segi sosial dan lingkungan merupakan hal yang utama dalam kehidupan masyarakat,” sebutnya.

Jurnalis : Sahidal Andriadi

ANTARAN|TAPAKTUAN – Warga Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan sampaikan ucapan terima kasih kepada tim terpadu Provinsi Aceh yang sudah mendengarkan keluhan masyarakat yang terdampak dari aktivitas perusahaan tambang PT Beri Mineral Utama (BMU) yang berada di Gampong Simpang Tiga, Kecamatan setempat.

Baca Juga:  Terkait Penataan Dapil Kluet Raya, Kantor KIP Aceh Selatan di Demo APKR

Salah seorang warga Kluet Tengah, Trisno menyampaikan, sebagaimana petisi atas sikap meminta tutup perusahaan pertambangan PT BMU yang berada di Kluet Tengah tersebut.

“Sebagai mana petisi yang kami sampaikan dalam pertemuan tersebut pada poin kedua yaitu pencemaran sungai Menggamat, sungai Menggamat tersebut merupakan sungai adat, dilindungi oleh adat serta sebagai bentuk kearifan lokal Kecamatan Kluet Tengah, sungai yang memenuhi kebutuhan pengairan persawahan pada 8 Gampong tersebut juga dimanfaatkan sebagai kebutuhan sehari hari,” sebut Trisno, Selasa (25/07/2023).

Baca Juga:  Pada Evaluasi Lomba Desa, Gampong Ujung Batee Pasie Raja Juara 1 Tingkat Provinsi

Dia juga mengatakan, sebagai mana kunjungan tim terpadu ke Kecamatan Kluet Tengah, selain PT BMU , peusahaan tambang PSU yang berada di Gampong Simpang Dua juga dikunjungi.

“Saya berharap atas dasar kunjungan tersebut pihak pemerintah tidak memandang asas manfaat dari segi ekonomi saja, tetapi dari segi sosial dan lingkungan merupakan hal yang utama dalam kehidupan masyarakat,” sebutnya.

Lebih lanjut, kata Trisno, sebagai mana tuntutan masyarakat agar pemerintah tegas dan mencabut izin perusahaan tambang yang menyebabkan pencemaran lingkungan.

Baca Juga:  Menjelang Magrib, Lima Warga Aceh Selatan Dibacok

“Ke depan tidak lagi terjadi konflik, baik konflik sosial maupun konflik horizantal karena itu dapat merugikan masyarakat umum,” kataya.

Jika pemerintah tetap melanjutkan exsploitasi tambang ini, sambungnya, sudah barang pasti tidak ada yang menjamin kerusakan dan pencemaran lingkungan akan semangkin luas sehingga konflik antara masyarakat dengan pihak perusahaan akan terus terjadi.

“Saya juga berharap kepada Pemerintah Provinsi untuk benar-benat memberikan rasa keadilan kepada 6000 jiwa masyarakat terdampak yang terdapat di Kecamatan Kluet Tengah,” demikian pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.