Alhudri Minta TIM Penangan Stunting Bekerja Maksimal dan Ikhlas

Pj Bupati Gayo Lues, Drs Alhudri pada rapat rembuk stunting, Rabu (09/08/2023) di Off Room Setdakab Gayo Lues.
Bagikan:

Jurnalis : Bayu Y

ANTARAN|BLANGKEJEREN – Pj Bupati Gayo Lues, Drs Alhudri MM meminta tim Penangan Stunting untuk bekerja maksimal dan Ikhlas dengan menjadikan pekerjaan penangan stunting sebagai ladang ibadah.

“Apalagi yang mengalami stunting merupakan keluarga yang tidak mampu,” sebut Pj Bupati Gayo Lues, Drs Alhudri pada rapat rembuk stunting, Rabu (09/08/2023) di Off Room Setdakab Gayo Lues.

Kegiatan dihadiri Plt Kepala Perwakilan BNKKBN Aceh, Husni Tamrin SE, Pj Bupati Gayo Lues, Alhudri, Forkopimda, jajaran SKPK terkait.

Baca Juga:  385 Pengulu Kute Se-Agara Ikuti Sosialisasi Pengelolaan Dana Kute

Pada rapat tersebut, Pj Bupati mengatakan, Pemkab Gayo Lues telah melakukan bebagai upaya dan program terkait penangan Stunting, mulai dari nentong sudere, jumat curhat, Posyandu, bapak Asu, dan sosialisasi ke masyarakat.

“Angkah Stunting di Gayo Lues memang sudah mengalami penurunan sesuai dengan hasil survei SSGI (studi Status Gizi Indonesia) tahun 2021 dari 42,9 persen, dan pada tahun 2022 angka prevalensi stunting Gayo Lues menurun menjadi 34,6 persen,” paparnya.

Namun, lanjut Alhudri, untuk menekankan kembali agar tahun ini angkah stunting Gayo Lues bisa diturunkan kembali bila perlu zero.
Karenanya, Alhudri meminta semua program penanganan dan pencegahan stunting di tingkatkan.

Baca Juga:  Tiba Sebagai Tim Terakhir, PB Porwanas Sambut Kontingen Aceh¬†

“Semua pihak yang masuk dalam TIM bisa bekerja dengan ikhlas. Penangan Stunting kerja sosial jadikanlah kerja penangan Stunting sebagai ladang ibadah. Kerjalah dengan ikhlas agar mendapatkan hasil yang maksimal,” Harap Alhudri.

Plt Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Husni Tamrin menyebutkan saat ini BKKBN fokus pada penangan stunting, terutama dalam pencegahan stunting sejak dini, pencegahan di lakukan pada pasangan muda agar dapat melahirkan balita yang sehat, cerdas dan kuat.

Baca Juga:  PNA Aceh Selatan Targetkan Perolehan Kursi Maksimal di Enam Dapil

“Semua di awali dari sosialisasi pencegahan pernikahan dini, menjaga kesehatan pasangan mudah memberikan edukasi kesehatan reproduksi, memperhatikan gizi yang seimbang, perilaku hidup bersih dan mengkonsumsi obat tambah darah,” terang Husni.

Husni menyebutkan, penangan stunting tidak lagi melihat pada anak stunting tetapi fokus pada pencegahan yang bisa menambahkan peningkatan jumlah anak stunting yang di akibatkan terlahir dengan kekurangan gizi dan mengakibatkan gizi buruk.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.