AMARAH Apresiasi Majelis Hakim, Desak Jaksa Proses Tersangka Baru Kasus SPPD Fiktif Simeulue

Aksi demontrasi AMARAH di Kejati Aceh mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus SPPD Fiktif DPRK Simeulue. ANTARAN/foto: Istimewa.
Bagikan:

“Mengingat kasus SPPD fiktif DPRK Simeulue ini dilakukan secara kolektif kolegial, maka kami minta penerima asas manfaat yang lain juga segera ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Aldi.

Jurnalis : Ardiansyah

ANTARAN|SIMEULUE – Aliansi Mahasiswa Rakyat dan Buruh (AMARAH) mengapresiasi Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh yang telah memvonis enam terdakwa perkara Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue dengan hukuman dua tahun penjara.

Baca Juga:  Gayo Lues Siap Jadi Tuan Rumah PON Pacuan Kuda

Koordinator AMARAH, Aldi Irawan mengatakan vonis tersebut lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya, yang hanya 1,5 tahun dan denda masing-masing Rp200 juta subsider dua bulan.

“Amarah sangat mengapresiasi Hakim PN Tipikor Banda Aceh, yang telah menjatuhi hukuman vonis terhadap 6 terdakwa kasus SPPD Fiktif oknum DPRK Simeulue,” kata Aldi Irawan kepada antaran, Jum’at (16/06/2023).

Selain apresiasi majelis hakim, pihaknya juga mendesak Kejaksaan untuk memproses dan menetapkan tersangka baru berdasarkan fakta-fakta berupa keterangan saksi-saksi, maupun keterangan para terdakwa yang terungkap di persidangan.

Baca Juga:  Mahasiswa Desak Presiden Tidak Perpanjang Pj Gubernur Aceh

“Mengingat kasus SPPD fiktif DPRK Simeulue ini dilakukan secara kolektif kolegial, maka kami minta penerima asas manfaat yang lain juga segera ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Aldi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.