Anak Derita Bocor Jantung, Pasutri Berharap Bantuan Darmawan

YANGSI, usia 6 tahun penderita bocor jantung. ANTARAN/Ist
Bagikan:

“Kata dokter mengidap bocor jantung dan sudah bisa dioperasi,” jelas Pianna dengan nada sedih. 

Jurnalis : Khairul

ANTARAN|SUBULUSSALAM – Anak berusia enam tahun penderita bocor jantung sejak lahir, Pasangan Suami Istri (Pasutri) Rasito Awam dan Piannawati Solin berharap bantuan darmawan.

Pasalnya, divonis bocor jantung oleh dokter dan disarankan segera untuk dioperasi, pasutri ini pesimis bisa membiayai tanpa bantuan darmawan.

Bahkan saat ditemui wartawan, Jumat (19/1/2024) di kediamannya, Kampong Penuntungan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam Piannawati akui jika perongkosan pergi dan pulang Subulussalam – Medan dan penginapan beberapa kali di Medan, Sumatera Utara untuk pengobatan puteri bungsu mereka dari tiga bersaudara, Yangsi Syakira Inara mereka telah menjual rumah.

Baca Juga:  Pedagang Kerupuk Ubi Aceh Selatan Sepi Pembeli Semenjak Inflasi

Beruntung, kantor daur ulang sampah milik kampong bisa dipakai untuk tempat tinggal sementara. Persoalan terbesar yang belum ada solusi, biaya operasi sang anak usia enam tahun itu.

“Divonis bocor jantung sama dokter, bawaan sejak lahir dan dibilang harus operasi,” jelas Piannawati, pesimis mampu membiayai operasi sang puteri dengan kondisi ekonomi yang dirasakan selama ini.

Bersama suami, Piannawati berharap bantuan, uluran tangan pemerintah, para darmawan, para pejiwa sosial membiayai kebutuhan operasi itu.

Kilas balik derita sang puteri, Pianna sebut jika sejak lahir fisik anaknya tak normal, didera sakit komplikasi. Niat membawa anak ke dokter selalu gagal karena pesan suami, keluarga dan lainnya sebut kondisi Yangsi tak perlu diresahkan.

Baca Juga:  Ketua PMI Aceh Selatan Lantik Seluruh Pengurus Kecamatan 

Namun melihat kondisi sang anak kian mengkhawatirkan, ia memaksa dibawa ke salah seorang dokter di Kota Subulussalam. Dari sini, Pianna mengetahui jika anaknya sejak lahir sudah mengalami bocor jantung dan dianjurkan dibawa ke rumah sakit.

Pasca dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam, dokter anjurkan merujuk ke salah satu rumah sakit di Medan.

“Kata dokter mengidap bocor jantung dan sudah bisa dioperasi,” jelas Pianna dengan nada sedih, pastikan kondisi ekonomi tak memungkinkan mampu membiayai operasi itu.

Baca Juga:  Bupati Tgk Amran Minta Pembentukan Pos Basarnas di Aceh Selatan

Dikatakan, selama enam tahun ini pula hampir dalam dua bulan sekali Yangsi harus diperiksa ke RS Adam Malik di Medan. Terasa terbantu, biaya perobatan melalui BPJS.

“Rumah kami terpaksa dijual,” aku Piannawati, sebut saat ini mereka menempati kantor daur ulang sampah Penuntungan.

Meski pasrah, Rasito dan Pianna yakin masih ada orang, darmawan peduli, mau membantu untuk biaya operasi dan pengobatan anaknya. Jiwa para darmawan mereka ketuk demi operasi Yangsi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.