Anggaran Fisik Menurun, Aceh Singkil Lelang 52 Paket Proyek dan 387 PL

Paket proyek yang dilaksanakan melalui proses tender tahun lalu (2022), jumlahnya mencapai 190 paket, dengan sumber anggaran dari APBK, APBA maupun APBN. ANTARAN / Ist
Bagikan:

“Tahun lalu PL tidak terdata seluruhnya. Di aplikasi SIRUP juga tidak update. Kalau tahun ini aplikasi SIRUP sudah update mencapai 90 persen,” terang Heri.

Jurnalis : Helmi

ANTARAN|SINGKIL – Tahun ini anggaran yang dikucurkan untuk kegiatan fisik di Kabupaten Aceh menurun drastis dari tahun sebelumnya.

Sebab, paket proyek yang dilaksanakan melalui proses tender tahun lalu (2022), jumlahnya mencapai 190 paket, dengan sumber anggaran dari APBK, APBA maupun APBN.

Sementara tahun ini Pemkab Aceh Singkil hanya melelang sebanyak 52 paket proyek, yang tiga diantaranya masuk dalam pengawasan Probity Audit Inspektorat Aceh Singkil.

Baca Juga:  Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke 63, Bupati Amran Berikan Sertipikat Tanah Wakaf

Pelaksana Tugas (PLT) Kabag Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekdakab Aceh Singkil, Heri Afrianda yang dikonfirmasi antaran, Rabu (31/5) kemarin menjelaskan, ada sebanyak 52 paket proyek yang akan dilaksanakan tender tahun ini.

Lelang perdana dibuka 5 paket besar, yang telah tayang di situs LPSE Aceh Singkil, sejak 22 Mei 2023.

Sementara itu, dari jumlah 52 paket pekerjaan tahun 2023 tersebut, 9 paket diantaranya merupakan paket pengadaan barang dengan sistem e-Katalog. Dan proyek pekerjaan fisik sebanyak 43 paket.

Dengan nilai anggaran yang dikucurkan untuk tender proyek fisik dan e-katalog tahun 2023, mencapai Rp.55.088.657.867.

Kemudian untuk jumlah paket pengadaan langsung (PL) tahun ini berjumlah 387 paket. Dengan nilai anggaran mencapai Rp37.197.501.804.

Baca Juga:  May Day, Karyawan PT PLB Aceh Singkil Gelar Bersih Sampah

Lebih lanjut Heri menjelaskan, jumlah proyek fisik tahun ini jauh menurun dari tahun lalu.

Untuk 190 paket proyek yang dilelang pada tahun lalu, nilai total anggaran seluruhnya mencapai Rp145.796.880.469. Dari nilai pagu anggaran Rp151.438.019.324.

Selanjutnya, dari hasil pelaksanaan tender tersebut daerah mendapat keuntungan sebesar Rp5.641.138.854.

Kendati untuk paket pengadaan langsung (PL) tahun lalu tidak terhitung berapa jumlahnya.

“Tahun lalu PL tidak terdata seluruhnya. Di aplikasi SIRUP juga tidak update. Kalau tahun ini aplikasi SIRUP sudah update mencapai 90 persen,” terang Heri.

Baca Juga:  Hari Ini, Rombongan Pj Gubernur Bergerak ke Aceh Tengah

Begitupun katanya, untuk paket PL masih kurang jumlahnya. Sebab kemungkinan masih ada kegiatan yang dibawah 50 juta tidak dilaporkan dari SKPK. Apakah dimasukkan dalam kegiatan rutin, seperti pengecatan kantor.

Disebutkannya, laporan perencanaan dokumen pekerjaan menjadi kendala setiap tahunnya untuk pelaksanaan tender maupun proses pengadaan langsung.

Sebab, seharusnya perencanaan dokumen kegiatan tersebut bisa selesai tahun lalu jangan tahun berjalan. Sehingga memperlambat proses tender maupun pekerjaan PL.

Namun kegiatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) dipastikan selesai proses tender Juni mendatang, dan pekerjaan sudah bisa dilaksanakan memasuki Juli mendatang, terang Heri.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.