Anggota DPRK Abdya dari PAN Minta PT. CA Berhenti Beroperasi

Anggota DPRK Abdya dari PAN, Ikhsan Jufri, S.Ag. ANTARAN/foto: Ist
Bagikan:

“Kita berharap akan segera menemukan titik terang, sehingga masyarakat Abdya mendapatkan keadilan atas tanah yang selama ini digarap oleh PT CA,” kata Ikhsan.

Jurnalis : Syamsurizal

ANTARAN|BLANGPIDIE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) dari Partai Amanat Nasional (PAN), Ikhsan Jufri meminta agar pihak PT. Cemerlang Abadi (CA) untuk menghentikan operasional di perkebunan kelapa sawit tersebut.

“Karena Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang dikeluarkan dari PT CA adalah ilegal, apalagi sudah ada temuan dugaan korupsi yang ditemukan pihak Kejaksaan dengan jumlah yang sangat besar,” ungkap Ikhsan Jufri kepada antaran, Jum’at (12/05/2023)

Baca Juga:  DPRK, Pemkab dan Mahasiswa di Abdya Dukung Kejari Bongkar Dugaan Korupsi PT. CA

Politisi PAN itu juga meminta kepada penegak hukum untuk mengawasi dan menyetop pengoperasian penjualan TBS kelapa sawit dari PT. CA, karena merugikan negara dan masyarakat Kabupaten Abdya.

“Intinya kita sangat mendukung langkah Kajari Abdya dalam mengusut kasus dugaan korupsi di PT. CA. Kita berharap akan segera menemukan titik terang, sehingga masyarakat Abdya mendapatkan keadilan atas tanah yang selama ini digarap oleh PT CA,” kata Ikhsan.

Baca Juga:  Kaum Ibu Diminta Produktif Guna Turunkan Stunting

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya) meningkatkan status penyelidikan dugaan tidak pidana korupsi pada perkebunan kelapa sawit diatas tanah negara oleh PT. Cemerlang Abadi (CA) ke tahap penyidikan, pada Kamis (11/5/2023) kemarin.

Pengungkapan dugaan korupsi terhadap kasus ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir, bahkan Kejari Abdya sudah memeriksa 32 saksi.

Kajari Abdya, Heru Widjatmiko mengatakan, peningkatan status penyidikan dilakukan setelah pra ekspose perkara tindak pidana korupsi di PT. CA di Kajati Aceh.

Baca Juga:  Kejari Abdya Didesak Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT. CA

Kejari Abdya memaparkan, pasca proses pengungkapan sudah sebanyak 32 saksi yang diperiksa berasal dari Pemerintah Abdya, keuchik gampong (kepala desa) mantan keuchik, anggota DPRK Abdya, BPN Provinsi Aceh dan pihak perusahaan yang mengetahui permasalahan ini.

“Penyidik Kejari Abdya juga sudah memeriksa ahli Kehutanan dari IPB, Ahli Lingkungan dari IPB dan Ahli Hukum Agraria dari Universitas Airlangga,” pungkas Heru Widjatmiko. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.