Anggota DPRK Simeulue Minta Pj Gubernur Turunkan Harga Tiket Kapal Penyeberangan

Uge Farlian Anggota DPRK Simeulue. ANTARAN/foto ist
Bagikan:

Kapolres Simeulue AKBP Sujoko Saat menyerahkan penghargaan kepada personil Polres Simeulue. ANTARAN/foto ist”Kenaikan harga tiket kapal yang di tetapkan oleh Gubernur Aceh ini sangat memberatkan masyarakat Simeulu, akibat dari kenaikan tiket ini maka akan diikuti oleh kenaikan harga kebutuhan dan jasa, hingga terjadinya inflasi,” sebut Ugek.

Jurnalis: Ardiansyah

ANTARAN |SIMEULUE – Kenaikan harga tiket kapal penyeberangan dikeluhka dan memberatkan warga Simeulue. Karenanya, dengan naiknya tiket kapal maka akan di ikuti dengan kenaikan harga kebutuhan dan jasa, hingga terjadinya inflasi di Sinabang ibu Kota Kabupaten Simeulue.

Hal itu disampaikan, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue, Ugek Farlian. Dia meminta Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki, agar menurunkan harga tiket Kapal penyeberangan.

“Kenaikan harga tiket kapal yang di tetapkan oleh Gubernur Aceh ini sangat memberatkan masyarakat Simeulu, akibat dari kenaikan tiket ini maka akan diikuti oleh kenaikan harga kebutuhan dan jasa, hingga terjadinya inflasi,” sebut Ugek, Jum’at (05/01/2024).

Baca Juga:  Kepala Dinas Pendidikan Sebut PAUD ke SD Adalah Jenjang Pendidikan Sangat Penting

Ugek jeuga menyebutkan, inflasi di Simeulue pada tahun lalu berada pada posisi angka 6,56 persen, ini angka yang besar walupun tidak spesifik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Inflasi dapat terjadi disebabkan dengan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu, apalagi dengan kenaikan harga tiket kapal menuju Simulue saat ini yang mencapai lebih 50 persen, seperti jarak tempuh Sinabang – Calang yang dulunya 900.000,- menjadi 1,529.000,-,” katanya.

Menurut Ugek, kenaikan angka inflasi ini juga akan berdampak pada naiknya angka stunting di Kabupaten Simeulue nantinya.

Lebih lanjut, kata Ugek, angka inflasi baru saja bergerak sedikit turun di Simuelu, sudah di ikuti dengan kenaikan harga tiket kapal penyeberangan, tentu ini akan membuat angka inflasi naik lagi, karena dampak dari kenaikan tiket kapal.

“Penyeberangan seperti Sinabang-Calang yang dulunya sekitar 950.000An, menjadi 1,529.000,-. Akan di ikuti dengan kenaikan harga lainnya, dan jika inflasi ini naik maka akan naik juga angka stuntingnya,” terang Ugek.

Baca Juga:  Tahun ini, Kabupaten Gayo Lues Masih Mampu Pertahankan WTP

Kalau melihat data, sambung Ugek, yang bersumber dari elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM), per tanggal 15 Oktober 2023, jumlah bayi dan balita di Kabupaten Simeulue sebanyak 6.727 orang dan ada 717 orang bayi dan balita yang alami stunting, sehingga dengan update data tersebut, kasus angka stunting di wilayah Pulau Simeulue menurun pada posisi 10,70 persen.

Kemudian, lanjut Ugek, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Simeulue melaporkan perkembangan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun 2023 di Simeulue sebesar 5.85 persen, dan persentase penduduk miskin Simeulue, pada Maret 2023 sebesar 17,23 persen, walaupun terjadi penurunan angka sebanyak 0,45 poin, dibanding pada Maret 2022 silam, pada posisi angka kemiskinan sebesar 18,37 persen, dengan pendapatan perbulannya Rp 538.693 perkapita, angka angka ini tentu akan bergerak naik seiring dengan naiknya harga jasa kapal penyeberangan ke Simeulue.

Baca Juga:  Aceh Selatan Raih Juara Umum II di MQK III Aceh

“Data dari ePPBGM, per tanggal 15 Oktober 2023, jumlah bayi dan balita di Kabupaten Simeulue ada 717 orang bayi dan balita yang alami stunting, kasus angka stunting di wilayah pulau Simeulue pada posisi 10,70 persen,” kata Ugek.

Kemudian, lanjut Ugek, dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Simeulue melaporkan perkembangan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun 2023 di Simeulue sebesar 5.85 persen, dan persentase penduduk miskin Simeulue, pada Maret 2023 sebesar 17,23 persen, angka kemiskinan sebesar 18,37 persen, dengan pendapatan perbulannya Rp 538.693 perkapita, angka angka ini tentu akan bergerak naik seiring dengan naiknya harga jasa kapal penyeberangan dan akan sangat menyulitkan masyarakat di Simeulue.

“Untuk itu, kami minta kepada Pj Gubernur Aceh agar menurunkan harga tiket penyeberangan ke Simeulue dan meminta pendapat dari Pemerintahan Simuelue jika memuat kebijakan yang berdampak pada masyarakat Simuelue,” demikian Ugek.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.