Antisipasi Banjir, Dinas Pangan Tambah Pasokan Sembako di Desa Terpencil

Masyarakat Sumber Mukti terlihat duduk dihalaman kantor desa, menunggu jadwal antrian pengambilan sembako, pada Rabu (22/05/2024). ANTARAN/Istimewa
Bagikan:

“Setelah Singkohor, Tim langsung menyeberang ke kecamatan sebelah di Desa Sumber Mukti Kecamatan Kuta Baharu,” ucap Haris.

Jurnalis: Helmi

ANTARAN|SINGKIL – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas Pangan terus gencar menyasar pelosok Gampong di Kabupaten Aceh Singkil. Hal itu dilakukan untuk menambah pasokan cadangan bahan pangan di seluruh daerah tersebut.

Selain menambah pasokan bahan pangan dan tetap tersedia, hal itu juga untuk menjaga harga jual tetap stabil meski berada diwilayah pelosok daerah.

Tim GPM yang dikomandoi Kabid Distribusi Cadangan Pangan, Achyaruddin, terus berjibaku menerobos Gampong-Gampong terpencil melewati tantangan banjir maupun jalan rusak dan putus selama 8 bulan terakhir, untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Baca Juga:  Setelah Melalui Berbagai Langkah Perbaikan, Aplikasi SPSE Kembali Aktif

Keuchik Sumber Mukti Purniawan di Kantor Desa setempat mengatakan, masyarakat disana tetap berebut jatah sembako murah. Karena untuk stok bahan makanan, sebagai langkah antisipasi jika mengalami bencana banjir dan akses menuju Ibukota sempat terputus seperti terjadi baru-baru ini.

“Terimakasih Tim GPM, yang selalu tepat waktu datang untuk memenuhi kebutuhan makanan kami,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pangan Abdul Haris SP MM didampingi Koordinator GPM Achyaruddin, Kamis (23/05/2024) mengatakan, Gerakan Pangan Murah (GPM) ini merupakan program unggulan Pj Bupati Aceh Singkil Drs Azmi, yang terus digalakkannya untuk mengendalikan ancaman inflasi daerah serta menangani stunting.

Baca Juga:  Maulia Rahman Jabat Ketua BEM dan Shakila Fasha Ketua DPM STKIP Muhammadiyah Abdya 2023-2024 

Dikatakan, setelah membuka stand di Kecamatan Singkohor, Tim GPM terus bergerilya ke desa terpencil lainnya, di Kecamatam Kuta Baharu.

“Setelah Singkohor, Tim langsung menyeberang ke kecamatan sebelah di Desa Sumber Mukti Kecamatan Kuta Baharu,” ucap Haris.

Meski lintasan yang dilalui cukup ekstrem namun Tim GPM Dinas Pangan tetap pantang menyerah untuk mendistribusikan kebutuhan masyarakat tersebut.

Sehingga dengan program GPM ini pasokan bahan pangan untuk masyarakat yang berada di daerah pedalaman Aceh Singkil ini tetap melimpah. Dan tidak akan mengalami kelangkaan barang, pungkasnya.

Baca Juga:  Pengangkatan Kepsek dan Pengawas Wajib Memiliki Sertifikat Guru Penggerak

Koordinator GPM Achyarudin menambahkan, sebanyak 300 paket bahan pangan murah di Sumber Mukti ludes terjual.

Disebutkannya, harga jual tetap lebih murah dari harga pasaran. Seperti gula pasir di kios-kios pedagang dijual dengan harga Rp.20 ribu, sedangkan harga jual di stand GPM hanya Rp.13 ribu per satu kilogram.

“Kemudian telur ayam Rp.54 ribu, GPM masih menjual dengan harga Rp.38 ribu per satu papan nya,” demikian terangnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.