Antisipasi Kekerasan Terhadap Anak, DPMP4 Abdya Kunjungi Sekolah

DPMP4 Abdya mensosialisasikan pencegahan kekerasan terhadap anak di 12 sekolah, Selasa (5/3/2024). Antaran/Agus.
Bagikan:

“Program sosialisasi terhadap kekerasan anak ini tercetus dari bapak Pj Bupati Abdya, hingga hari ini tim sudah turun ke 12 sekolah dan terus berkelanjutan,” kata Nur Afani Muliana.

Jurnalis: Agus

ANTARAN|BLANGPIDIE-Pemkab Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) turun gunung mensosialisasikan pencegahan kekerasan terhadap anak dengan menyambangi sekolah-sekolah.

Tidak tanggung-tanggung, upaya sosialisasi itu disampaikan pihaknya ke sejumlah sekolah yang tersebar dalam wilayah Abdya dengan melibatkan pihak Kejaksaan, Kepolisian, Mahkamah Syariah, Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), Tim Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (TP3A).

Kepala DPMP4 Abdya, Nur Afani Muliana melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lia Amelia, SE, menyebutkan sejauh ini pihaknya telah mengunjungi 12 sekolah untuk memberi pemahaman dan sosialisasi tentang kekerasan terhadap anak.

Baca Juga:  Realisasi Surat DPC Apdesi Kepada Wali Kota Soal Honor Aparatur Kampong Dipertanyakan

Kepada antaran dijabarkan, 12 sekolah yang telah disambangi bersama tim terpadu meliputi; SMPIT RQS Blangpidie, SDN 8 Jeumpa, MTsN 1 Abdya, MTsN 4 Abdya, SDN 3 Susoh, SMAN 11 Abdya, SMPN 1 Kuala Batee, SMAN 4 Abdya, SMKN 1 Abdya, SDN 2 Tangan-Tangan, SDN 5 Jeumpa dan SMAN 7 Abdya.

“Kunjungan ini dalam rangka memberikan pemahaman terkait kekerasan terhadap anak. Kegiatan ini terus diupayakan untuk mengantisipasi tindakan kekerasan anak. Sesuai arahan Bapak Pj Bupati, kami akan turun ke semua sekolah-sekolah,” ujar Nur Afani Muliana kepada antaran, Selasa (5/3/2024).

Baca Juga:  Pemkab Aceh Selatan Buka Rekrutmen Direksi PDAM Tirta Naga, Ini Syarat dan Ketentuannya 

Dijelaskan, program sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak ini merupakan program khusus DPMP4 Abdya agar anak mampu memahami bentuk-bentuk kekerasan yang bisa saja terjadi.

Dikatakan, melalui konsep sekolah ramah anak sesuai dengan Permen nomor 8 tahun 2014 tentang kebijakan sekolah ramah anak, hendaknya setiap sekolah dapat memiliki program-program pemenuhan hak anak dan mekanisme atau standar operasional prosedur yang dalam penanganan kasus kekerasan pada anak.

“Melalui program-program itu, anak sebagai generasi penerus dapat lebih mudah memahami segala jenis kekerasan sehingga dapat diminimalisir dan praktik kekerasan terhadap anak dapat diantisipasi sejak dini,” ujarnya.

Kedepan pihaknya akan terus bergerak untuk mensosialisasikan hal tersebut ke setiap sekolah. Target utamanya adalah sekolah yang mempunyai komitmen dalam menggerakan sekolah ramah anak atau sekolah yang dianggap rentan terjadi tindakan kekerasan terhadap anak. Kekerasan terhadap anak kerap terjadi disebabkan pengaruh lingkungan, baik sekitar sekolah maupun luar sekolah.

Baca Juga:  Kabupaten Bener Meriah Terima Penghargaan Atas Capaian UHC

DPMP4 hadir untuk memberi bekal kepada orang tua dan para pendidik tentang pentingnya gerakan anti pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah, agar anak-anak selama berada di lembaga pendidikan dalam kondisi terlindungi, terpenuhi haknya dan dipastikan tidak mendapat perlakuan salah.

“Harapan kami, seluruh sekolah di Abdya dapat disosialisasikan mengenai hal ini dan segala bentuk kekerasan terhadap anak dapat dicegah sejak dini. Sehingga hak anak untuk mendapatkan perlindungan bisa terpenuhi dengan baik,” imbuhnya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.