Atasi Inflasi dan Shunting, Pemkab Aceh Selatan Respon Cepat Instruksi Mendagri

Sekretaris Daerah (Sekda), Cut Syazalisma,S STP (baju batik) saat berkoordinasi dengan Tim BMKG Aceh dikediamannya di Tapaktuan. ANTARAN / Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Sepulang dari Jakarta, langsung mengadakan pertemuan dengan BMKG Aceh membahas prediksi cuaca ekstrim yang akan berdampak inflasi,” ujar Cut Syazalisma.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menindaklanjuti cepat arahan dan instruksi Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia terhadap penanganan dan pengendalian inflasi di daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan, Cut Syazalisma, S.STP mengatakan, Kamis (03/08/2023) pihaknya menggelar koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Aceh, membahas prediksi terjadinya cuaca ekstrim yang berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat.

“Sepulang dari Jakarta langsung mengadakan pertemuan dengan BMKG Aceh, membahas prediksi cuaca ekstrim yang akan melanda dan berdampak terpuruknya perekonomian masyarakat,” ujar Cut Syazalisma kepada antaran, Kamis (03/08/2023).

Apabila pendeteksian BMKG Aceh tentang fenomena alam terjadi di wilayah Aceh Selatan, lanjut Sekda, maka sektor pertanian, perikanan dan bidang perekonomian lain akan terpuruk. BMKG memprediksikan terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan el nino (kekeringan).

Baca Juga:  Bunda PAUD: Hindari Murid Dibully, Orang Tua dan Guru Aceh Selatan Tingkatkan Pengawasan

Menurut Sekda, el nino dan banjir merupakan isu Internasional dan point penting pengendalian nasional serta priotas untuk ditangani pemerintah daerah. Kondisi ini harus ditindaklanjuti serius.

“Atas arahan bapak bupati, kami melakukan koordinasi intens dengan BMKG Aceh untuk mencari solusi terhadap kemungkinan-kemungkinan buruk, termasuk kebutuhan pokok masyarakat dalam bentuk ketahanan pangan,” ulasnya.

Sambung Cut Syazalisma, akibat bencana alam seperti banjir dan el nino bisa mempengaruhi keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat. Persoalan tersebut harus benar-benar disikapi dengan baik agar tidak menjadi polemik.

“Untuk pengendalian dan menangani perkiraan cuaca buruk, pemerintah melakukan upaya motivasi dan modifikasi bidang pertanian, perikanan dan sektor pasar. Nantinya akan dituang dalam kebijakan pemerintah daerah,” paparnya.

Baca Juga:  Seorang Pria Paruh Baya di Bener Meriah Diduga Lecehkan Anak Dibawah Umur

Langkah lain, tambah Sekda, pihaknya menghimbau para Camat dan keuchik-keuchik mendownload aplikasi peringatan dini BMKG untuk mengetahui perkiraan cuaca dan disebar luaskan kepada masyarakat.

“Peringatan dini fenomena alam perlu diketahui oleh masyarakat untuk menghindari kemungkinan buruk. Langkah-langkah lain akan dibahas dalam rapat khusus, sesuai anjuran bapak bupati,” imbuh sekda.

Diprediksikan Terjadi Cuaca Ekskrim

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Aceh mengapresiasi langkah dan tindakan pemerintah Aceh Selatan yang konsen dan fokus menindaklanjuti penanganan inflasi dan shunting.

Hal tersebut disampaikan Koordinator BMKG Aceh, Nasrol Adil, MT selepas koordinasi dan konsultasi penuntasan isu nasional tentang pengendalian inflansi dan shuntting dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan, Cut Syazalisma, STTP.

Baca Juga:  Bupati Aceh Selatan Cek Darah di Stand PMI Saat Buka Madani Festival 2023

“Tugas dan fungsi BMKG menyampaikan informasi dan peringatan dini terhadap pengaruh cuaca yang dapat berdampak kepada inflansi. Hal itulah yang menjadi pembahasan dengan pak Sekda,” ujar Nasrol Adil, MT.

Dikatakan, faktor cuaca, banjir dan el nino (kekeringan) sangat berdampak kepada keterpurukan perekonomian daerah. BMKG mendeteksi akan terjadi curah hujan tinggi, el nino disertai angin kencang dan ombak pasang di sejumlah kecamatan di Aceh Selatan pada November 2023.

“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir, el nino berpotensi terjadinya kebakaran hutan. Sementara angin kencang dan ombak pasang berdampak bagi nelayan. Masyarakat diharap lebih waspada,” himbau Koordinator BMKG Aceh.

Menutupi komentarnya, Nasrol Adil menginformasikan, untuk memudahkan informasi perkiraan cuaca, BMKG sudah membangun kantor di Gampong Ujung Padang, Kecamatan Pasie Raja.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.