Atasi Kesulitan Transfusi Darah, Aceh Selatan Dibangun UDD Senilai Rp 4,8 M

Ketua PMI Aceh Selatan, Cut Syazalisma, S.STP menyamakan persepsi saat memimpin rapat pleno yang dihadiri jajaran pengurus dan Badan Kehormatan, Rabu (12/6/2024). ANTARAN/Istimewa
Bagikan:

“Kita kibarkan panji sosialitas untuk membantu kesulitan masyarakat dalam memperoleh transfusi darah, PMI Aceh Selatan segera membangun Unit Donor Darah senilai Rp 4,8 miliar secara bertahap,” kata Ketua PMI Aceh Selatan.

Jurnalis: Sudirman Hamid

ANTARAN | TAPAKTUAN – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Selatan menyalakan semangat baru untuk membangun Unit Donor Darah (UDD) secara bertahap senilai Rp 4.8 miliar di Markas besar PMI Gampong Lhok Keutapang, Tapaktuan.

Informasi dihimpun antaran, program brilian PMI Aceh Selatan membangun UDD tersebut terkuak ketika pengurus dan Badan Kehormatan menggelar rapat pleno tentang penghapusan aset dalam upaya percepatan realisasi Pembangunan, fasilitas kesehatan dan tenaga medis, Rabu (12/6/2024) petang kemarin.

Baca Juga:  Pentas Seni Santri Ramaikan Perpisahan TK, TPA DMT Jontor

Ketua PMI Aceh Selatan yang juga Penjabat (Pj) Bupati, Cut Syazalisma, S.STP membenarkan rencana pembangunan UDD di PMI setempat untuk mengakomodir aspirasi masyarakat luas yang selama ini agak kesulitan mendapatkan transfusi darah.

“Untuk mengimplementasi rencana tersebut, jajaran pengurus dan Badan Kehormatan mengadakan rapat pleno penghapusan aset (Gedung lama) untuk membangun Gedung UDD yang komprehensif. Alhamdulillah sudah mendapat persetujuan,” papar Cut Syazalisma kepada antaran, Kamis (13/6/2024).

Baca Juga:  Kapolres Nagan Raya Ingatkan Masyarakat Agar Berhati Hati Terhadap Modus Penipuan Mencatut Nama Pejabat Daerah

Dikatakan Ketua PMI, hasil rapat pleno diusulkan permohonan izin ke PMI Aceh untuk diteruskan ke PMI Pusat. Rencana Pembangunan UDD dilengkapi kebutuhan itu diprogramkan semasa kami menjabat Ketua PMI. Mudah-mudahan apa yang diharapkan masyarakat terkabul hendaknya.

Upaya ini butuh gerak cepat untuk menyahuti kecemasan dan kesulitan masyarakat Aceh Selatan khususnya dan warga di wilayah Pantai Barat Selatan pada umumnya. Namun perlu memahami aturan agar tidak tersandung masalah.

“Apabila UDD sudah kita miliki, masyarakat sebagai penyumbang darah atau butuh transfusi lebih mudah diperoleh melalui jalur satu pintu. PMI berjuang keras untuk mengakomodir minat masyarakat,” ulasnya.

Baca Juga:  Terkait PAW Teuku Cut Rahman, DPRK Abdya Diminta tak Terburu-buru

Menindaklanjuti program ini, pemerintah daerah sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1.8 miliar tahun 2024 sebagai tahap pertama. Sisanya dibangun pada tahap kedua tahun 2025 dengan anggaran yang diprogramkan senilai Rp 3 miliar.

“PMI merupakan garda terdepan di sektor relawan kemanusiaan termasuk transfusi darah. Selama ini PMI mendapat kesulitan akibat belum memiliki fasilitas dan peralatan Unit Donor Darah. Memuluskan upaya ini, kami berharap masyarakat memberi dukungan serta doa restu,” pungkas Cut Syazalisma. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.