Banjir Kembali Rendam Dua Kecamatan di Agara

Ruas jalan nasional di Kuning I Aceh Tenggara terendam banjir dan sempat menyebabkan hubungan Kutacane- batas sumut terganggu, senin (27/08/2023) malam. Foto Ist
Bagikan:

Untuk memulihkan situasi menyusul terjadinya banjir di Kecamatan Bambel tersebut, pihak BPBD langsung menurunkan satu unit alat berat jenis eksavator, membersihkan tumpukan kayu, batu dan kerikil yang menyumbat jembatan Kuning I.

Jurnalis : Amran

ANTARAN|KUTACANE – Setelah reda selama beberapa hari, banjir akibat meluapnya sungai dan jebolnya tanggul pengaman, kembali merendam dua kecamatan di Aceh Tenggara, Minggu (27/8) sekira pukul 17.30 WIB.

Selain tanggul pengaman jebol, banjir yang diawali dengan meluapnya sungai Lawe Kinga, juga membuat badan jalan nasional Kutacane- batas Sumut terendam banjir akibat tersumbatnya jembatan di kute Kuning I, Kecamatan Bambel.

Bahkan, beberapa jam lamanya hubungan Kutacane- Sumut pada ruas jalan nasional terganggu, menyusul derasnya air dan lumpur yang melewati badan jalan nasional di Kawasan Kute Kuning I, karena sebelumnya kolong jembatan Kuning I tersumbat kayu dan bebatuan serta kerikil dan material lainnya yang dibawa sungai Lawe Kinga.

Kalaksa BPBD, Nazmi Desky kepada antaran mengatakan, kute yang terendam banjir akibat tanggul jebol dan meluapnya sungai Lawe Kinga diantaranya, Kute Lawe Hijo, Lawe Hijo Ampera, Setia baru, Kuning Satu, Likat, Kute Buluh, dan sejumlah lainnya lainnya di wilayah Kecamatan Bambel dan Lawe Sumur.

Baca Juga:  Pj Bupati dan Sejumlah Pejabat di Abdya Lakukan Tes Urine, Yang Lain Nyusul

Untuk memulihkan situasi menyusul terjadinya banjir di Kecamatan Bambel tersebut, pihak BPBD langsung menurunkan satu unit alat berat jenis eksavator, membersihkan tumpukan kayu, batu dan kerikil yang menyumbat jembatan Kuning I.

Selain petugas Tim Reaksi Cepat BPBD, terang Nazmi, sejumlah petugas lainnya dari kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan terus berjaga-jaga di lokasi. Hingga pukul 21.30 WIB, akses jalan lintas ini masih tertutup. Sebab itu, petugas terus berusaha agar jalan nasional tersebut kembali normal seperti biasanya.

“Insya Allah Senin (28/8) pagi jalan nasional Kutacane- Batas Sumut telah normal dan kembali lancar,” sebut Nazmi Desky, Kadis termuda di Agara tersebut.

Terpisah, usai menerima laporan kejadian banjir yang merendam beberapa kute di Aceh Tenggara, Pj Bupati Syakir, bersama rombongan Senin (28/8/2023) pagi, langsung turun dan mengunjungi beberapa kute yang terdampak banjir, seraya menyempatkan diri meninjau pasar di Kutacane, dan melihat operasi pasar murah dalam rangka mengatasi kenaikan harga beras dalam beberapa hari terakhir yang semakin mahal.

Baca Juga:  Terkait Sengketa PNA, Kubu Tiyong Kembali Menang di PTUN Banda Aceh

Anggota DPRK Agara, Win Bensu kepada antaran menambahkan, banjir akibat di Kecamatan Bambel akibat luapan sungai Lawe Kisam hingga membuat tersumbatnya jembatan di kute Kuning I, merupakan rutinitas yang terus terjadi, namun sampai sekarang tak ada solusi yang ampuh untuk mengatasinya.

Sejak 5 tahun terakhir, sedikit saja daerah bagian hulu sungai diguyur hujan lebat, pasti jembatan Kuning I ini tersumbat, akibatnya air mengalir naik dari atas jembatan ke badan jalan, hingga merendam ratusan rumah warga.

“Sudah dasar sungainya dangkal, sedimentasi berupa kerikil, batu dan pasir pun sangat tinggi menutupi dasar sungai, ditambah lagi jika musim banjir, kayu besar juga ikut menutup jembatan, jadi wajar saja hanya dalam sekejap, banjir langsung merendam ratusan rumah warga,” kata Win bungsu yang akrab disapa Edol tersebut.

Karena itu untuk menghindari banjir yang merendam jalan nasional dan pemukiman penduduk yang seolah telah menjadi langganan bagi warga Kuning dan warga kute sekitarnya tersebut, Edol politisi dari Hanura mendesak pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh, agar tahun 2024 akan datang membangun yang besar dan tinggi seperti jembatan jalan nasional di Simpang Semadam, Natam dan jembatan pada ruas jalan nasional lainnya.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRA Sumbang Gol Cantik, PSK FC Abdya Raih Juara I Kompetisi U-40 Barat Selatan Aceh

“Karena, jika mengharapkan jembatan seperti sekarang ini, jelas banjir sungai tak bisa diatasi, karena dasar jembatan sudah dangkal, sebab itu pembangunan jembatan baru merupakan solusi tepat untuk menghindari banjir pada jalan nasional dan pemukiman penduduk,” tegas Edol.

PPK jalan nasional ruas batas Gayo Lues- Kutacane-Batas Sumut, Munawar ST ketika dikonfirmasi antaran, Minggu (27/8) mengaku, belum bisa menjawab pertanyaan Antaran terkait usul pembangunan jembatan besar oleh beberapa tokoh masyarakat Aceh Tenggara.

“Saya lagi cuti pak ,ngurus masalah keluarga, makanya bekum bisa saya jawab,” ujar Munawar yang baru beberapa bulan bertugas di Agara tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.