Banyak Pengendara Sepmor di Abdya tak Gunakan Helm

TERTIB LALULINTAS : Kasat Lantas Polres Abdya, AKP Tri Andi Dharma saat memberikan pemahaman bagi pengendara yang melanggar tertib lalulintas di lintasan jalan nasional kawasan Keude Paya Kecamatan Blangpidie, Selasa (12/09/2023). ANTARAN / Agus 
Bagikan:

“Sudah 11 hari operasi zebra berjalan, hasilnya pelanggaran tertinggi yang kami temukan di lapangan yakni banyak pengendara tidak mengenakan helm,” ujarnya.

Jurnalis: Agus

ANTARAN|BLANGPIDIE – Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya), AKBP Dhani Catra Nugraha SH SIK MH melalui Kasat Lantas, AKP Tri Andi Dharma menyebutkan, pelanggaran terbanyak yang kerap dilakukan oleh para pengendara sepeda motor (Sepmor) di jalan raya yakni tidak mengenakan helm sebagai alat pelindung kepala selama berkendara.

Hal itu disampaikannya berdasarkan hasil temuan di lapangan baik selama melakukan penertiban rutin di kawasan tertib lalu lintas maupun selama melaksanakan operasi zebra yang baru berjalan 11 hari.

“Sudah 11 hari operasi zebra berjalan, hasilnya pelanggaran tertinggi yang kami temukan di lapangan yakni banyak pengendara tidak mengenakan helm,” ujarnya disela-sela kegiatan operasi zebra di lintasan jalan Nasional kawasan Desa Keude Paya, Kecamatan Blangpidie, Selasa (12/09/2023).

Baca Juga:  Dinkes Nagan Raya Gelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pokjanal Posyandu

Padahal, lanjutnya, helm itu merupakan alat pelindung diri selama berkendara, sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama berkendara, kepala pengendara tetap aman dari benturan dan lainnya.

Akhir-akhir ini kecelakaan lalulintas di Abdya kerap terjadi, bahkan banyak pengendara yang menjadi korban kecelakaan lalulintas tak mengenakan helm saat berkendara.

Tercatat sejak Januari-Agustus 2023 telah ada 48 kasus kecelakaan lalulintas yang terjadi. Dia menilai, tingkat kesadaran masyarakat dalam tertib berlalulintas masih sangat kurang.

Namun upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pengguna jalan terus dilakukan melalui kegiatan sosialisasi ke lingkungan masyarakat, sekolah, sosialisasi melalui kegiatan patroli, spanduk berisi himbauan dan kegiatan lainnya.

Baca Juga:  Warga Agara Temukan Mayat tak Dikenal Hanyut di Sungai Alas

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalulintas, pihaknya tidak hanya fokus terhadap kelengkapan surat-surat serta atribut kelengkapan lainnya saat berkendara. Namun juga fokus kepada pelanggaran lainnya seperti, menggunakan telepon genggam saat berkendara.

Selanjutnya pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, melawan arus termasuk melanggar rambu-rambu lalulintas serta berkendara melebihi batas kecepatan tinggi termasuk pelaku balap liar.

Sejumlah pelanggaran inilah yang terus diupayakan penanganannya, baik berupa sosialisasi ataupun menindak langsung pengendara.

“Yang kami temukan di lapangan, pengendara baru akan tertib apabila ada petugas, jika tidak ada maka masih banyak pengendara yang melanggar aturan. Pola pikir seperti ini yang sedikit demi sedikit terus dirubah,” terangnya.

Baca Juga:  KIP Aceh Selatan Gelar Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilu 2024

Ia juga berharap masyarakat menjadi pengendara yang sadar akan ketertiban, serta menjadi pelopor keselamatan berlalulintas. “Jika pengendara tertib dalam berlalulintas, dengan sendirinya angka pelanggaran lalulintas akan menurun,” terangnya.

Akan hal itu dia mengajak para pengendara untuk tertib dalam berlalulintas yang bertujuan untuk keselamatan pengendara itu sendiri. Tetap menggunakan helm meski jarak tempuh saat berkendara terbilang dekat.

“Banyak pengendara roda dua yang menjadi korban kecelakaan lalulintas tak mengenakan helm. Kami ingatkan lagi, wajib kenakan helm saat berkendara roda dua, karena penting bagi keselamatan mereka,” imbuhnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.