Baru Diresmikan, Pakaian Motif Senuwan Keluwat Meriahkan Rakerda Dekranasda 2023

Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Selatan, Kailida S Pdi (tengah) kenakan pakaian dengan motif senuwan keluwat di Rakerda Dekranasda. ANTARAN / Foto ist
Bagikan:

“Agar momentum ini, dapat terus menjadi semangat kepada pengrajin yang ada untuk terus memproduksi dan menghasilkan pakaian adat, pakaian sehari-hari, peci, tas, Dompet, Payung, Pelaminan, Cendramata dan lain-lain sebagai ciri khas daerah Kluet,” ujar Yusnir.

Jurnalis : Sahidal Andriadi

ANTARAN|TAPAKTUAN – Rapat Kerja Daerah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Rakerda Dekranasda) tahun 2023 yang digelar di Kabupaten Aceh Selatan dimeriahkan sejumlah rangkaian dan pameran, salah satunya pakaian motif Senuwan Keluwat (Tanaman Kluet-red) yang berasal dari Suku Kluet yang ada di Aceh Selatan.

Pada event yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Bustami Hamzah, Kamis (15/06/2023) itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Selatan, Kailida, S,Pdi mengapresiasi semangat dan antusias masyarakat dalam melestarikan seni dan budaya daerah dengan menampilkan produk Motif Senuwan Keluwat tersebut dalam kegiatan Rakerda Dekranasda tersebut.

Baca Juga:  Jelang Pemilu 2024, Pengulu Diminta Monitor Kondisi Kamtibmas di Desa

Diketahui, selama ini publik mengetahui, setelah motif Senuwan Keluwat diresmikan oleh Bupati Aceh Selatan Tgk Amran pada perayaan hari puncak HUT Kecamatan Kluet Timur ke 20 pada tanggal 13 Juni 2022 lalu.

Sebelumnya, untuk tahap awal, motif senuwan keluwat tersebut telah dibuat dalam bentuk peci. Masyarakat tampak antusias untuk memiliki dan memakainya.

Saat ini produk motif Senuwan Keluwat mulai digunakan dan ada pada pakaian adat dan pakaian sehari-harinya serta produk lainnya.

Tokoh Adat dari Tanah Kluet sekaligus Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kecamatan Kluet Timur, Yusnir Hasan, S.Pd menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan ucapan terima kasih kepada Bupati Aceh Selatan dan Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Selatan, Kailida, S,PdI.

“Agar momentum ini, dapat terus menjadi semangat kepada pengrajin yang ada untuk terus memproduksi dan menghasilkan pakaian adat, pakaian sehari-hari, peci, tas, Dompet, Payung, Pelaminan, Cendramata dan lain-lain sebagai ciri khas daerah Kluet,” ujar Yusnir, Sabtu (17/06/2023).

Baca Juga:  Ini 5 Masalah Kesehatan yang Sering Dialami saat Puasa

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, melalui Ketua Dekranasda, tahun lalu telah menyerahkan bantuan kepada Kelompok Kerajinan Sunuwan Keluwat, berupa peralatan dan perlengkapan untuk menghasilkan produk dengan Motif Senuwan Keluwat.

“Ini adalah bantuan yang sangat bermanfaat. Kedepannya kami berharap agar bisa menjadi ciri khas masyarakat Kluet, dan pengembangan ekonomi bisnis. Kepada berbagai kelompok Kerajinan kami berharap terus memproduksi motif senuwan keluwat ini, Desainnya silakan menghubungi Saudara Muzakir RA (Zakir To) di Nomor Handphone / WA : 082251993448 selaku Desainer / Pelopor motif Senuwan Keluwat, dengan tetap menampilkan motif asli dan nama senuwan keluwat,” ungkap Dak Yusnir.

Baca Juga:  Dalam Rangka Harkitnas Ke-114, Kodim 0107/Aceh Selatan Gelar Upacara Bendera

Lebih lanjut, kata Yusnir, penetapan motif Senuwan Keluwat ini melalui proses panjang oleh Majelis Adat Aceh (MAA) se Kluet Raya.

“Pertemuan pertama berlangsung di Aula Kantor Camat Kluet Timur pada tanggal 30 Mei 2022, dilanjutkan pada tanggal 2 Juni 2022. Dalam Musyawarah Besar tersebut menghadirkan seluruh Pengurus MAA dan Tokoh Adat se Kluet Raya, menghasilkan rekomendasi untuk menciptakan berbagai produk dengan Motif Senuwan Keluwat,” demikian pungkas Yusnir.

Untuk diketahui, motif dari tanah Kluet tersebut, memiliki simbol dari masing-masing Kecamatan yang ada di Kluet Raya, yakni, Kecamatan Kluet Utara ‘Bulung Maman’, Kecamatan Kluet Selatan ‘Buah Nipah,’ Kecamatan Kluet Timur ‘Bulung Dilam,’ Kecamatan Kluet Tengah ‘Bungo Acom Cekalo serta Kecamatan Pasie Raja ‘Buah Palo’.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.