Bawaslu Bener Meriah Investigasi Kasus Komisioner KIP Bener Meriah

Aktivis Mahasiswa Bener Meriah Riga Wantona memenuhi undangan klarifikasi oleh Bawaslu Bener Meriah melalui via Zom Senin (13/02/2023). Foto Kiriman
Bagikan:

“Hari ini kita sudah memintai keterangan terhadap Riga Wantona dan terlapor YF dan akan kita lakukan kajian untuk menentukan apakah permasalah tersebut merupakan pelanggaran atau bukan,” ungkapnya.

Jurnalis : Syah Antoni

ANTARANNEWS.COM|REDELONG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bener Meriah telah melakukan investigasi terkait temuan kasus terhadap seorang komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bener Meriah berinisial YF.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kordiv Hukum Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Bener, Ramdona SH kepada media, Senin (13/02/2024).

Seperti diberitakan sebelumnya, YF dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada 2 Februari lalu setelah diketahui menerima bantuan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang diperuntukan untuk usaha UMKM pada tahun 2021 lalu.

Baca Juga:  DPMP4 Abdya Sampaikan Upaya Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak

Ramdona juga mengaku telah melakukan investigasi dan turun langsung kelapangan serta memanggil beberapa saksi termasuk, pihak desa, dinas koperasi, seorang aktivis Mahasiswa Riga Wantona dan yang bersangkutan YF.

“Hari ini kita sudah memintai keterangan terhadap Riga Wantona dan terlapor YF dan akan kita lakukan kajian untuk menentukan apakah permasalah tersebut merupakan pelanggaran atau bukan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hasil kajian tersebut akan diputuskan melalui rapat pleno bersama. “ Saat ini Ketua Bawaslu Bener Meriah masih berada di Banda Aceh dan kemungkinan baru akan kembali hari kamis, pleno insya allah akan kami lakukan hari Jumat, ” tegasnya.

Ramdona juga menyebutkan akan meneruskan laporan tersebut ke DKPP jika temuan tersebut terbukti melanggar kode etik seperti yang disampaikan oleh Aktivis mahasiswa yang diterbitkan di sejumlah media online.

Baca Juga:  Distribusi Logistik ke Desa 3 T, KIP Bener Meriah Gunakan Perahu

Namun sebaliknya katanya, pihaknya juga akan menghentikan kasus tersebut jika tidak ditemukan adanya pelanggaran kode etik seperti yang disampaikan.

“Laporan Aktivis mahasiswa juga sudah di DKPP dan kita lakukan penyelidikan atas dasar berita yang diterbitkan di sejumlah media online pada 2 Februari kemarin,” jelasnya.

Selain itu lanjutnya, dari hasil investigasi yang dilakukan tersebut yang bersangkutan YF juga mengakui berhak menerima bantuan tersebut lataran memiliki usaha konter yang terdampak Pandemic Covid-19.

Semenatara itu Aktivis mahasiswa Bener Meriah, Riga Wantona, melalui telepon selulernya membenarkan bahwa Bawaslu Bener Meriah telah meminta keterangan terkait pemberitaan di media online tentang laporan ke DKPP.

Baca Juga:  Ratoh Jaroe Saweuna Hentak Pembukaan Piasan Aceh Rayeuk

“Saya ditanya beberapa hal berkaitan dengan laporan tersebut, juga ditanyai tentang bantuan BPUM untuk UMKM yang diterima saudara YF,” ujarnya.

Pihaknya juga mengaku sangat mengapresiasi gerak cepat Bawaslu Bener Meriah mengusut hal ini. “ Saya meyakini permasalahan ini akan menjadi pintu masuk bagi bawaslu membongkar kebobrokan-kebobrokan yang selama ini terjadi,”ungkapnya.

Pihaknya juga mengaku sangat menyesalkan sikap YF sebagai pejabat negara yang dalam keadaan sadar menerima bantuan tersebut.” Dia kan seorang pejabat dan masih banyak warga Bener Meriah yang membutuhkan bantuan tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, YF juga sudah mencoreng nama baik KIP dengan menerima bantuan yang seharusnya diterima para pelaku UMKM. “Dia kan pejabat publik, ASN dan Polisi saja dilarang apa bedanya dengan dia,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.