BBM Langka, Sopir Truck Berhenti Beropetasi di Simeulue

Tampak sejumlah mogok kerja dengan memarkirkan dump truck di depan Kantor PDTS Simeulue. ANTARAN / Ardiansyah.
Bagikan:

“Saat ini kami terpaksa berhenti bekerja (beroperasi), lantaran terkendala persoalan dilapangan,” ujar Suhardi Jebua.

Jurnalis : Ardiansyah 

ANTARAN|SIMEULUE – Sejumlah sopir truck yang tergabung dalam Organisasi Persatuan Dump Truck Simeulue (PDTD) berhenti beroperasi dan memarkirkan armadanya akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Informasi dihimpun, mengeluhkan berbagai persoalan di lapangan, sopir truck memilih memarkirkan armadanya di halaman sekretariat kantor PDTS Desa Ameria Bahagia, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue.

Baca Juga:  DLH Simeulue Melayani Pengangkutan Sampah Bukan Pembersihan Sampah  

Ketua PDTS Kabupaten Simeulue, Suardi Jebua yang dikonfirmasi menyebutkan, persoalan yang dialami dan dihadapi para sopir truck diantaranya, Izin Galian C belum jelas perizinannya dan tingginya harga muat timbunan, termasuk kelangkaan BBM di SPBU, khususnya dump truck.

Disebutkan, persoalan lain, larangan pengambilan batu gunung dan pasir sungai untuk material bangunan menjadi kendala sakral serta hilangnya mata pencarian para sopir.

“Saat ini kami terpaksa berhenti bekerja (beroperasi), lantaran terkendala persoalan dilapangan,” ujar Suhardi Jebua kepada antaran, Senin (14/8/2023).

Baca Juga:  RSUD-YA Tapaktuan Terima Bantuan Rapid Antigen Covid-19

Menurut Suhardi Jebua, persoalan yang terjadi sangat berpengaruh terhadap pendapatan dan perekonomian buruh dan sopir truck. Instansi terkait diminta memberi solusi agar sopir truck tidak berdampak inflasi.

“Akibat persoalan BBM langka dan izin galian C belum jelas, lebih kurang 150 sopir mogok kerja. Faktor ini sangat berpengaruh terhadap ekonomi dan kelangsungan hidup para sopir,” papar Suhardi Jebua.

Ia berharap kepada Pemerintah Daerah dan DPRK Simeulue segera memberi solusi terhadap keluhan ratusan buruh dan sopir. Sehingga persoalan dan kendala yang dialaminya tidak berlarut larut dan roda perekonomian kembali lancar.

Baca Juga:  Iqbal Piyeung Ketum Kadin Aceh, Dua Rivalnya Masuk Formatur

“Para sopir tidak ingin ada persoalan dan melanggar aturan dalam bekerja. Tentunya menjunjung tinggi Perundang-undangan agar tidak terserempet dan berurusan dengan hukum. Sekali lagi kami mohon dicari jalan keluar supaya mogok kerja tidak berlangsung lama,” pungkas Suhardi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.