Bea Cukai Bersama Satpol PP, Sita Ratusan Bungkus Rokok Ilegal di Aceh Selatan

Kasat Pol PP-WH Aceh Selatan, Dicky Ichwan didampingi Kasi Operasi Satpol PP Aceh, Tarmizi dan Pejabat Bea Cukai Aceh serta personel memberi penjelasan kepada media tentang rokok ilegal yang disita di halaman kantor Satpol PP/WH Tapaktuan. ANTARAN/Sudirman Hamid
Bagikan:

“Kami menggelar razia operasi rokok ilegal di toko-toko yang menyebar di beberapa kecamatan. Personel berhasil menyita lebih kurang 2.000 batang rokok ilegal berbagai merk tanpa bandrol pajak,” kata Kasat Pol PP, Dicky Ichwan.

Jurnalis: Sudirman Hamid

ANTARAN | TAPAKTUAN – Tim gabungan, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai dan Satpol PP/WH Provinsi Aceh bersama Satpol PP/WH Kabupaten Aceh Selatan menggelar operasi penertiban rokok ilegal di toko-toko sejumlah kecamatan di kabupaten peduksen pala, Rabu (15/11/2023).

Kepala Pelaksana (Kasat) Satuan Polisi Pamong Praja-Wilayatul Hibah (Satpol PP-WH) Aceh Selatan, Dicky Ichwan, S.STP, M.Si didamping Kasi Operasioanal Satpol PP Aceh, Tarmizi dan petugas Bea Cukai Aceh, Handika R menjelaskan, ditaksir sebanyak lebih kurang 2.000 batang atau ratusan bungkus rokok ilegal berbagai merk ini disita dari pedagang di wilayah Tapaktuan, Meukek dan Labuhanhaji.

Baca Juga:  Alhudri Minta Ciptakan Rasa Kangen di Air Terjun Kolam Biru Rerebe

“Kami menggelar razia operasi rokok ilegal di toko-toko yang menyebar di beberapa kecamatan. Personel berhasil menyita lebih kurang 2.000 batang rokok ilegal berbagai merk tanpa bandrol pajak. Tahap awal, tim memberi sosialisasi serta mengingatkan pedagang untuk tidak mengulangi hal ini,” kata Kasat Pol PP, Dicky Ichwan kepada wartawan.

Tegas disampaikan, apabila kemudian hari perjanjian ini dikhianati atau membandel dan masih ditemukan menjual-belikan rokok ilegal, maka pihak berkompeten akan dijatuhi sanksi tegas sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku. “Semua rokok yang telah disita ini akan diamankan di kantor Bea Cukai Aceh untuk dimusnahkan di kemudian hari.

Baca Juga:  Peserta ICAGRI 4 FP USK Tembus 14 Negara, Kadistanbun Aceh Beri Dukungan

Menjawab pertanyaan awak media, personel Bea Cukai Aceh, Ben mengaku rokok-rokok yang disita dan beredar di kalangan masyarakat luas itu diproduksi perusahaan-perusahaan dari pulau Jawa dan Sumatera. Jalur pendistribusian menggunakan transportasi darat dan laut.

“Untuk sementara, kami duga rokok-rokok yang dijual belikan secara ilegal ini diproduksi perusahaan di Pulau Jawa dan Sumatera. Rokok-rokok ini dipasok melalui transportasi darat dan udara. Dari barang ilegal yang sudah disita, kami belum merinci berapa kerugian negara yang ditimbulkan. Pasalnya, rokok-rokok yang disita terdiri berbagai merk,” papar Ben didampingi Handika R.

Baca Juga:  Di Simeulue, Harga Telur Ayam Ras Naik Hingga 55.000/Papan 

Terkait bungkus rokok yang tertera pita merah dan berbandrol yang ikut disita, pihaknya menerangkan, bahwa rokok tersebut berbeda jumlah batangnya dengan jumlah ditulis di bandrol.

“Dibandrol bea cukai tertulis isi 12 batang, sementara isi rokok sebenarnya 20 batang. Ini membuktikan terjadi kekeliruan atau selisih yang nyata. Dasar itu, rokok tersebut harus diamankan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.