Bina Pelaku UMKM, DPMPTSP Aceh Singkil Fasilitasi Pengurusan Izin Usaha

Materi tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang disampaikan Ir Ismet Taufiq, narasumber dari Kantor DPMPTSP Aceh Singkil, saat pemaparan dihadapan para pelaku UMKM, Kamis (5/10/2023). ANTARAN / Helmi
Bagikan:

Kegiatan diikuti sebanyak 100 peserta, yang setiap harinya hadir sebanyak 25 orang peserta masing-masing dari daerah yang berbeda.

Jurnalis : Helmi

ANTARAN|SINGKIL – Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Singkil, mengikuti pembekalan tentang perizinan berusaha yang dilaksanakan Kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Selain mendapat pembekalan mengenai Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, sebanyak 100 pelaku UMKM sebagai peserta kegiatan tersebut turut difasilitasi DPMPTSP Aceh Singkil, untuk pengurusan izin usaha yang didaftarkan langsung secara online.

Bimbingan teknis (Bimtek) dengan tema Perizinan Berusaha Berbasis Risiko ini, dilaksanakan selama 4 hari mulai, Senin, 2 hingga 5 Oktober 2023, yang berlangsung di Alviya Hotel Pulo Sarok Singkil.

Baca Juga:  Masa Kepung Kantor Bupati Aceh Selatan

Ketua Panitia Kegiatan Bimbingan Teknis Andri Sinaga, Kamis (5/10/2023) kepada antaran.com mengatakan, kegiatan Bimtek Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dilaksanakan selama 4 hari menghadirkan narasumber dari Kantor DPMPTSP Bireuen Riki Yunandar Rosda.

Kegiatan diikuti sebanyak 100 peserta, yang setiap harinya hadir sebanyak 25 orang peserta masing-masing dari daerah yang berbeda.

Para pelaku usaha di Aceh Singkil harus memiliki legalitas nomor induk berusaha (NIB). Sebab, izin NIB ini harus dimiliki para usahawan sebagai bukti keabsahan usahanya dan tercatat oleh pemerintah.

Selain sebagai sebagai bukti keabsahan legalitas usaha, NIB ini akan bermanfaat bagi para pelaku usaha untuk memudahkan menjalin hubungan dengan para pihak perbankan untuk melakukan pinjaman permodalan.

Baca Juga:  Sejumlah Harga Pangan di Banda Aceh Naik

“Semua usaha harus mengurus NIB, sebab menjadi syarat dasar untuk melakukan pinjaman modal usaha ke Bank,” pungkas Andri yang merupakan Staf Analis Hasil Pengawasan dan Pengaduan DPMPTSP Aceh Singkil.

Sementara itu Narasumber dari DPMPTSP Aceh Singkil Ir Ismet Taufiq menyampaikan, Induk berusaha merupakan sebagai identitas bagi pelaku usaha.

Dan NIB ini diterbitkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal yang dilaksanakan melalui mekanisme dan sistem yang disebut online submission (OSS).

Pelaku usaha yang difasilitasi ini ada kriterianya. Yakni kriteria rendah, sedang dan tinggi, terhadap tingkat risikonya. Untuk usaha besar tidak lagi difasilitasi karena dianggap sudah mampu, ucap Taufiq

Baca Juga:  Desa Sambay Terima 1 Unit Hand Traktor Dari Dinas Pertanian Simeulue

Lebih lanjut Taufiq memaparkan, NIB ini bermanfaat bagi pelaku usaha agar mendapat perlindungan hukum dalam menjalankan usahanya.

Kemudian mendapat program pendampingan untuk pengembangan usaha. Mempermudah akses mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan bank atau non bank. Dan kemudahan dalam pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Contoh lain manfaatnya, jika ada bantuan dari pemerintah untuk pelaku usaha, maka syarat yang pertama diminta adalah izin usahanya. Jika belum ada ya harus diurus dulu, baru melengkapi syarat lainnya,” terang Taufiq.

Usai penyampaian materi oleh narasumber, para peserta langsung mengurus izin usahanya, yang dibantu oleh pegawai DPMPTSP Aceh Singkil, dan langsung membawa pulang NIB.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.