Bina Petani Bawang Merah, USK Dampingi Teknologi Budidaya

Pelatihan dan pendampingan petani untuk budidaya tanaman bawang merah di Gampong Cot Cut, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, dimulai dari tanggal 19 sampai dengan 22 Oktober 2022. Foto IST
Bagikan:

“Oleh sebab itu penyiapan lahan untuk bawang merah memerlukan perlakuan yang dapat memastikan pH yang tepat dengan kandungan bahan organik tanah yang memadai,” ucap Siti.

Jurnalis : Sahidal Andriadi

ANTARANNEWS.COM|BANDA ACEH – Sebagai upaya dalam meningkatkan produksi bawang merah di Aceh, Universitas Syiah Kuala (USK), melalui program Matching Fund Kedaireka kemendikbudristek berkolaborasi dengan Konsorsium Bawang Merah Aceh melaksanakan kegiatan pelatihan.

Pelatihan dan pendampingan petani untuk budidaya tanaman bawang merah di Gampong Cot Cut, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, dimulai dari tanggal 19 sampai dengan 22 Oktober 2022.

Baca Juga:  222 Peminat PPK Pilkada Agara Lulus Ujian Tertulis

Koordinator kegiatan yang juga merupakan Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof Dr Ir Samadi MSc, Sabtu (22/10/2022) mengatakan, kegiatan ini dilakukan mulai dari pelatihan teknik budidaya, pembuatan pupuk hayati dan biopestisida, penguatan hilirisasi produk turunan, hingga penguatan kelembagaan tani.

Pelatihan teknik budidaya dilakukan oleh Dosen Agroteknologi FP USK, Dr Siti Hafsah SP MSi. Dalam sesi pelatihan yang berlangsung selama satu hari penuh itu, Siti Hafsah memaparkan teknologi budidaya mulai dari perencanaan usaha, pola dan waktu tanam, pemilihan varietas, pengolahan tanah yang baik, pemupukan, teknik penanaman, sistem pengairan, hingga perawatan dan pemanenan hasil tanaman.

Baca Juga:  Cegah Aksi Balap Liar di Bulan Ramadhan, Polres Bener Meriah Dirikan Pos Pengamanan

Sementara itu, Siti Hafsah mengatakan, permasalahan yang paling banyak dihadapi oleh petani bawang merah adalah ketidaksiapan kondisi tanah ditahap pengolahan. Akibat tidak dipersiapkan dengan baik maka sering tanaman yang diusahakan petani kekurangan nutrisi sehingga rentan terserang penyakit.

“Oleh sebab itu penyiapan lahan untuk bawang merah memerlukan perlakuan yang dapat memastikan pH yang tepat dengan kandungan bahan organik tanah yang memadai,” ucap Siti.

Baca Juga:  Pemkab Aceh Jaya Sosialisasi Rancangan Bangun Koridor Hidupan Liar

Selain Siti Hafsah juga terdapat narasumber lainnya yaitu, Prof Dr Rina Sriwati MSi (Proteksi Tanaman), Dr Muhammad Yasar STP MSc (Teknik Pertanian), dan Dr T Saiful Bahri SP MSi (Agribisnis).

Pada kesempatan itu, Keuchik Gampong Cot Cut, Muhammad Zein mengaku pihaknya sangat menyambut baik mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari USK.

“Selama ini petani kami bekerja seadanya tanpa pengetahuan atau ilmu yang jelas. Lewat pendampingan dan pelatihan ini tentu akan sangat terbantu,” ucapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.