Bisnis Usaha Potocopy Masih Menjanjikan

Irendi Syah Putra salah seorang pengusaha potocopy di Kutacene, Kabupaten Aceh Tenggara. ANTARAN / HIDAYAT
Bagikan:

“Ya, Alhamdulillah saya sudah memiliki tempat usaha sendiri untuk berbisnis jasa pengetikan surat menyurat dan poto copy,” katanya.

Jurnalis : Hidayat

ANTARANNEWS.COM|KUTACANE – Meskipun saat ini zaman digitalisasi, karena teknologi informasi secara online sedang berkembang pesat. Namun berbisnis usaha potocopy masih tetap menjanjikan di Aceh Tenggara.

Demikian hal itu diungkapkan, Irendi Syah Putra salah seorang pengusaha potocopy di Kutacene kepada antarannews.com, Rabu (03/08/2022).

Diceritakan, berbekalkan pengalaman sebagai pekerja potocopy milik abang kandungnya sendiri. Kemudian, ia memberanikan diri membuka usaha yang sama beberapa tahun lalu. Termasuk usaha jasa pengetikan.

Baca Juga:  Kodim 0107/Asel Gelar Apel Gabungan Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam Terintegrasi

Ia membuka usaha dikawasan Jalan Raya Ahmad Yani Kutacane, Aceh Tenggara, dia menceritakan tentang perjalanan menuju sukses tentang usaha yang dia geluti saat ini.

“Ya, Alhamdulillah saya sudah memiliki tempat usaha sendiri untuk berbisnis jasa pengetikan surat menyurat dan poto copy,” katanya.

Menurut Irendi Syah Putra, ia sudah menjalani usaha ini potocopy dan menjual berbagai alat tulis kantor sudah lumayan berkembang.

“Dulunya saya usaha jualan pulsa, sedikit demi sedikit saya kumpulkan untuk modal membeli mesin potocopy, komputer dan alat cetakan. Sehingga omzet pendapatan saya setiap hari paling sedikit Rp 1 jutaan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Polisi di Aceh Selatan Ungkap Ladang Ganja Serta Amankan Pemilik Lahan

Irendi Syah Putra yang juga lulusan Farmasi ini lebih memilih untuk usaha potocopy, sudah berjalan selama 3 tahun serta sudah mempunyai dua orang karyawan tetap untuk menambah lapangan pekerjaan.

Kendatipun sarjana farmasi, ia lebih memilih usaha sendiri saja. Karena usaha sendiri tidak bergantung pada orang lain. “Kendatipun usaha saya belum begitu besar, namun saya sebagai pimpinannya,”ujarnya dengan bangga.

Dikatakan, kalau bekerja di kantoran waktu sudah ditentukan oleh pimpinan. Tapi kalau usaha sendiri tak ada yang mengaturnya.

Baca Juga:  Pemilihan dan Penobatan Agam - Inong Duta Wisata Aceh Selatan 2022, Ini Harapan Bupati dan Kadis Pariwisata Aceh Selatan 

“Pendapatan perbulannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan selebihnya bisa di tabung untuk modal pengembangan usaha potocopy ini,” bebernya.

Dengan ketekunan Irendi saat ini usaha nya sudah mulai berkembang dan menjadi grosir alat tulis kantor (ATK) untuk penyediaan kebutuhan beberapa kantor pemerintahan di Aceh Tenggara.

Namun yang menjadi kendala bidang usaha potocopy ini, ungkap Irenda, kalau hari libur, omzet berkurang. Karena tidak ada aktivitas perkantoran.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.