BKAD Kluet Utara Gelar Pelatihan Pembibitan Kelapa Sawit dan Kelapa Hibrida

Badan Koordinasi Antar Gampong (BKAG) Kluet Utara menggelar pelatihan usaha pembibitan kelapa sawit dan kelapa hibrida di gedung serbaguna Kecamatan Kluet Utara, Selasa (15/11/2022). Foto IST
Bagikan:

“Sebagaimana disebutkan dalam undang-undang nomor 18 tahun 2004 tentang perkebunan, secara ekonomi, subsektor perkebunan berfungsi untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat serta memperkuat struktur ekonomi masyarakat,” ungkap Kamarsyah.

Jurnalis : Sahidal Andriadi

ANTARANNEWS.COM|TAPAKTUAN – Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan, Badan Koordinasi Antar Gampong (BKAG) Kluet Utara menggelar pelatihan usaha pembibitan kelapa sawit dan kelapa hibrida di gedung serbaguna Kecamatan Kluet Utara, Selasa (15/11/2022).

Pembukaan pelatihan yang diselenggarakan BKAG Kluet Utara ini dihadiri Bupati Aceh Selatan yang diwakili Asisten Pemerintahan, Kamarsyah, Kepala Inspektorat Aceh Selatan, Yusrizal, Kadis DPMG Agustinur, Camat Kluet Utara, Misbah S.Ag, serta unsur Muspika para keuchik dan peserta yang mewakili desa se- kluet utara.

Ketua BKAG Kluet Utara, Safrijal dalam sambutannya memaparkan bahwa program pelatihan tersebut merupakan upaya BKAG Kluet Utara dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di bidang pertanian dan perkebunan khusus kelapa sawit dan kelapa hibrida sebagai wujud menyukseskan program ketahanan pangan di kluet utara.

Baca Juga:  dr. H Syah Mahdi,Sp.PD : Waktu Efektif Rujukan Pasien Khusus Enam Jam

Keuchik Gampong Simpang Empat itu menyebutkan kegiatan pelatihan itu terselenggara berkat kerjasama semua pihak, yaitu kerja sama 21 Gampong dalam wilayah Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan dengan sumber dana yang berasal dari alokasi dana ketahanan pangan masing-masing desa yaitu sejumlah 7 Juta Rupiah per Gampong.

“Pelatihan ini diikuti oleh 21 desa yang ada dalam wilayah kecamatan kluet utara dan di wakili oleh 3 orang peserta dari masing-masing desa dengan total keseluruhan peserta sebanyak 63 orang. Pelatihan ini terdiri dari pelatihan pembibitan sawit dan pelatihan pembibitan kelapa hibrida serta di tambah dengan steck atau pencangkolan silang,” ungkap Keuchik.

Baca Juga:  Selama Mei 2024, Dua Ketua DPD Himpak Meninggal Dunia

Sementara itu, Bupati Aceh Selatan Tgk Amran, di wakili Asisten Pemerintahan, Kamarsyah menyampaikan bahwa perkebunan merupakan subsektor strategis yang secara ekonomis, ekologis, dan sosial budaya memegang peran penting dalam pembangunan nasional.

“Sebagaimana disebutkan dalam undang-undang nomor 18 tahun 2004 tentang perkebunan, secara ekonomi, subsektor perkebunan berfungsi untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat serta memperkuat struktur ekonomi masyarakat,” ungkap Kamarsyah.

Ditambahkannya, bahwa secara ekologi, subsektor perkebunan berfungsi meningkatkan konservasi tanah dan air, penyerapan karbon, penyedia oksigen, serta penyangga kawasan lindung, sedangkan dalam kerangka sosial budaya, subsektor perkebunan berfungsi sebagai perekat dan pemersatu masyarakat, terlebih mengingat kabupaten aceh selatan merupakan daerah agraris yang memiliki potensi sektor pertanian dan subsektor perkebunan yang cukup besar.

“Selain itu tanaman kelapa, baik sawit maupun hibrida, merupakan tanaman serbaguna dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia, sehingga pohon ini sering pula disebut pohon kehidupan, Dikarenakan bagian pada tanaman ini, mulai dari akar, batang, daun, hingga buahnya, dapat dipergunakan untuk kebutuhan manusia sehari-hari, juga sebagai bahan baku produk industri, seperti minyak makan, sabun, kosmetik serta produk-produk lainnya,” katanya.

Baca Juga:  Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya Ikuti Prosesi Tradisi Penyambutan Pangdam IM

Kata Kamarsyah, komoditas kelapa sawit dan kelapa hibrida memiliki nilai strategis untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Untuk itu, pemerintah kabupaten aceh selatan memberikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan usaha pembibitan kelapa sawit dan kelapa hibrida.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, dapat meningkatkan kemampuan dan wawasan para petani kelapa sawit dan kelapa hibrida, agar hasil produksi lebih maksimal. Hal tersebut tentunya juga bermuara kepada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” demikian harapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.