BNPB RI : Banjir Bandang Ladang Rimba Aceh Selatan Bencana Masif

Deputi Rekonstruksi BNPB RI, Jarwansyah, S.Pd, M.A.P, MM menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada Pj Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma, S.STP di Makoramil Trumon Tengah. ANTARAN / Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Sembari meninjau kondisi banjir bandang dan banjir genangan di kawasan Trumon Raya, BNPB turut memberi bantuan masa panik untuk tindakan darurat senilai Rp 250 juta,” kata Jarwansyah, S.Pd, M.A.P, MM.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Perjuangan, kegigihan dan upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, pada hari keenam pasca banjir bandang di Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia turun ke lokasi untuk meninjau kerusakan.

Deputi Bidang Rehabitasi dan Rekontruksi (Rekontruksi) BNPB RI, Jarwansyah, S.Pd, M.A.P, MM saat diwawancarai antaran menyebutkan, banjir bandang Ladang Rimba, Trumon Tengah adalah bencana alam yang termasuk masif.

“Untuk tahap awal, sembari meninjau kondisi kerusakan akibat banjir bandang dan banjir genangan di kawasan Trumon Raya, BNPB turut memberi bantuan masa panik untuk tindakan darurat senilai Rp 250 juta,” kata, Jarwansyah, S.Pd, M.A.P, MM, Minggu (26/11/2023) selepas meninjau kerusakan.

Baca Juga:  Eks Panglima GAM Wilayah Aceh Selatan Bantah Petani Sawit Caplok Kawasan Rawa Singkil

Bantuan ini bisa digunakan untuk kelancaran operasional poska dalam menangani berbagai kendala, baik pangan maupun air bersih serta peralatan. Beberapa hari kedepan, BNPB akan mengirim logistik untuk kelancaran penanganan darurat.

Melihat bencana yang sangat berat ini, pihaknya mengaku prihatin. Namun atas upaya dan kegigihan pemerintah daerah dibantu jajaran TNI-Polri, tingkat penanganan tindakan darurat sangat luar biasa, mestipun ada keluhan kecil dari komponen masyarakat.

“Hasil dari peninjauan kerusakan di lapangan akan dilakukan pengkajian dan dirumuskan kembali sesampai di Jakarta. Untuk upaya rehabilitasi dan rekonstruksi menyeluruh butuh waktu dan anggaran yang maksimal. BNPB berusaha untuk percepatan pemulihan,” ujar Deputi Rekontruksi BNPB RI tersebut.

Baca Juga:  TDC dan BPBD Asel Bersihkan Sisa Kayu Dibawah Laut Mesjid Apung Tapaktuan

Disinggung tentang kelemahan jika Pemerintah Provinsi Aceh tidak menetapkan status banjir bandang Ladang Rimba sebagai bencana daerah provinsi Aceh, Jarwansyah menjelaskan, ditetapkan atau tidak itu tidak menjadi sebuah kendala. Namun, sebaiknya lebih bagus karena beberapa kabupaten/kota tertimba musibah.

Harapannya, Pemerintah Provinsi Aceh bisa menyalurkan semua sumber daya untuk mengantisipasi kendala, seperti hambatan transportasi yang berbasis nasional. Begitupun perbaikan sesegera mungkin sarana dan prasarana, termasuk lembaga pendidikan.

“Nanti kita akan melakukan asesmen kembali terhadap kerusakan dan kebutuhan yang diperlukan dalam tindakan berkelanjutan. Tetapi butuh waktu dan proses. Terpenting saat ini adalah penanggulangan tindakan darurat,” imbuhnya.

Baca Juga:  Ketua Majelis Syura PKS Yakin Pasangan AMIN Raup 95 Persen Suara di Aceh

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada Pemkab Aceh Selatan yang telah melakukan tindakan darurat setelah ditetapkan status sebagai bencana daerah.

Amatan antaran, Deputi Rekonstruksi BNPB RI didampingi Pj Bupati Aceh Selatan , Cut Syazalisma, S.STP, Dandim 0107, Letkol Inf. Faiq Fahmi dan Kalak BPBD Aceh Selatan. H Zainal turut mrninjau kondisi pengungsi di pengungsian Makobrimob.

Sementara itu, bantuan masa panik diserahkan untuk tiga kabupaten/kota di Makoramil Trumon Tengah, masing-masing sebesar Rp 250 juta. Jarwansyah menyerah bantuan tersebut secara simbolis.

Untuk Aceh Selatan diterima Pj Bupati, Cut Syazalusma, S.STP. Kemudian Aceh Singkil diserahkan kepada Pj Bupati, Drs. Azmi, MAP sedangkan untuk Kota Subulussalam diwakili Kalaksa BPBD.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.