Bocah Kelas 3 SD Tenggelam di Sungai Lala Bahagia Simeulue

Screenshot video kiriman dari Kepala BPBD Kabupaten Simeulue saat warga sekitar menolong bocah yang tenggelam di sungai Lala Bahagia berdekatan dengan jembatan ambruk di Sungai Lala Bahagia, Kecamatan Salang, Simeulue, Selasa (15/05/2023). ANTARAN / ARDIANSYAH
Bagikan:

Jurnalis : Ardiansyah

ANTARAN|SIMEULUE – Bocah berumur 10 tahun yang masih duduk dibangku Kelas 3 SD tenggelam di sungai Lala Bahagia, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue berdekatan dengan jembatan rangka baja yang ambruk di sungai itu beberapa hari lalu.

Informasi yang dihimpun antaran, bocah yang tenggelam tersebut bernama Alfi Fahri berasal dari Desa Kenangan Jaya, Kecamatan Salang, Simeulue. Kejadiannya pada, Senin (15/05/2023) sekira pukul 17.00 WIB sore.

Kronologi tenggelam bocah tersebut saat sedang mandi-mandi di sungai Desa Lalla Bahagia bersama teman-temannya. Kemudian korban bersama temannya menggantung di tali rakit milik BPBD Kabupaten Simeulue yang membentang di sungai Lalla Bahagia.

Tiba-tiba korban kelelahan sehingga korban melepaskan tangannya dari tali tersebut. Korban yang tidak sanggup lagi berenang ke tepi sungai karena kelelahan akhirnya tenggelam.

Baca Juga:  Jembatan Lalla Bahagia di Simeulue Segera di Bangun, Ini Harapan Masyarakat

Lalu warga yang berada disekitar kejadian melakukan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Salang untuk di lakukan pertolongan, namun sesampai di Puskesmas Salang korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Desa Suak Manang, Hasan Sahadat Abdi membenarkan adanya seorang bocah yang tenggelam di sungai Lala Bahagia yang berdekatan dengan jembatan ambruk di sungai Lala Bagia. Saat kejadian pihaknya tidak berada di lokasi dan baru dapat informasi setelah shalat magrib.

“Setelah selesai shalat magrib saya baru mendapat informasi bahwasanya ada seorang boca atau anak-anak yang tenggelam di sungai Lala Bahagia ini. Karena korban berasal dari Desa Kenangan Jaya dan korban langsung di larikan ke Puskesmas terdekat, namun korban tidak dapat tertolong nyawanya saat sudah berada di Puskesmas,” Kata Kepala Desa Suak Manang saat di konfirmasi dari Antaran, Selasa (16/05/2023)

Baca Juga:  Aniaya Warga Simeulue, Bule Australia Terancam Dibui 2 Tahun Penjara

Kepala Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simeulue, Zulfadli mengatakan bahwa, saat kejadian tim BPBD ada di lokasi jembatan yang ambruk itu untuk menarik alat berat yang masih tersangkut di badan jembatan, namun pihak BPBD tidak mengetahui adanya bocah yang tenggelam itu karena sedang terfokus dengan pekerjaan mengangkat alat berat tersebut.

“Karena masyarakat sudah berteriak-berteriak ada anak-anak yang tenggelam maka dari pihak BPBD melakukan pertolongan bersama dengan masyarakat setempat dan korban langsung di larikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan,” ujannya Zulfadli Sebagai di konfirmasi Senin (15/05/2023) malam.

Baca Juga:  WNA Aniaya Warga di Simeulue Minta Damai, Keluarga Korban Minta Uang Rp 600 Juta

Sementara itu, Kapolres Simeulue AKBP Jatmiko, S.H.,M.H menghimbau kepada orang tua yang mempunyai anak kecil agar mengawasi anaknya dan melarang anaknya untuk tidak mandi di sungai. Setiap warga yang melihat anak kecil berenang disekitar jembatan yang ambruk wajib memberikan peringatan untuk segera keluar dari sungai sesegera mungkin.

“Saya menghimbau kepada orang tua yang mempunyai anak kecil agar melarang anak-anaknya tidak mandi-mandi di lokasi sungai Lala Bahagia atau di sungai lainnya agar tidak terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan” imbau Kapolres Simeulue.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.