BPK Temukan Ratusan Juta Kelebihan Pembayaran Proyek di Perkimtan Agara

Kadis Perumahan Pemukiman dan Pertanahan Agara, Muhammad Asbi ST
Bagikan:

Jurnalis : Amran

ANTARAN|KUTACANE РBadan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh, menemukan ratusan juta rupiah kelebihan pembayaran proyek peningkatan jaringan  Irigasi 2022 pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Dinas Perkimtan) Aceh Tenggara.

Informasi diterima antaran dari berbagai sumber menyebutkan, total kelebihan bayar akibat kurangnya volume pekerjaan proyek jaringan irigasi di Dinas Perumahan dan Pemukiman Aceh Tenggara tahun 2022, tercatat sebesar Rp 431.141.466,6 yang berasal dari 3 proyek yang menelan dana sebesar Rp 5.128.900.000.

Baca Juga:  Dalam Sehari Disdukcapil Abdya Bisa Terbitkan 300 Dokumen

3 kegiatan peningkatan jaringan irigasi tersebut yakni dari proyek Jaringan Irigasi Tenembak Juhar STA.KR 82- KR 101, proyek jaringan irigasi Tenambak Juhar STA KN 54 – KN.66 dan proyek peningkatan jaringan irigasi Tenembak Juhar STA KS.1-KS 12.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik secara uji petik bersama PPK, PPTK dan Konsultan pengawas April 2023 lalu, ujar sumber Waspada, pada proyek irigasi Tenembak Juhar STA KR 82- KR 101 yang dikerjakan CV SAS, dari Rp 1.710.300.000 total dana kegiatan, terdapat kelebihan pembayaran karena kurangnya volume pekerjaan sebesar Rp 165.575.333,33.

Baca Juga:  Tingkatkan Layanan Publik, Dr Nurdin Lakukan Sidak ke RSUD Teuku Umar

Di proyek JI Tenambak Juhar STA KN 54- KN.66 dengan alokasi dana sebesar Rp 1.840.400.000,00 ditemukan kelebihan pembayaran karena kurangnya volume pekerjaan sebesar Rp 105.915.715,97.

Sedangkan di proyek peningkatan jaringan irigasi Tenembak Juhar STA KS.1-KS 12 dengan alokasi dana sebesar Rp. 1.578.200.000,00 yang dikerjakan CV PS, berdasarkan pemeriksan dan uji petik, terdapat kelebihan pembayaran akibat kurangnya volume pekerjaan sebesar Rp 159.650.416,30.

Baca Juga:  Cama Kota Subulussalam Dilepas Menuju PTN/PTS Luar Daerah¬†

Kadis Perumahan Pemukiman dan Pertanahan Agara, Muhammad Asbi ST kepada antaran, Rabu (23/08/2023) membenarkan temuan BPK tersebut, namun sampai saat ini dari empat ratusan juta pengembalian dana atas kekurangan volume pekerjaan proyek peningkatan Irigasi tersebut, telah disetorkan rekanan sebesar Rp. 9 Juta Rupiah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.