Bunda PAUD: Hindari Murid Dibully, Orang Tua dan Guru Aceh Selatan Tingkatkan Pengawasan

Pj Bunda PAUD Aceh Selatan, Yuliani Irvana R, S.Tr, Keb menyampaikan arahannya saat membuka Festival seni murid PAUD di Rumoh Agam, Tapaktuan. ANTARAN/Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Kami bersandar harapan, agar orang tua dan guru PAUD Aceh Selatan dapat meningkatkan pengawasan dan saling berkolaborasi untuk menghindari murid dibully serta meningkatkan kualitas Pendidikan,” kata Yuliani Irvana R, S.Tr, Keb.

Jurnalis: Sudirman Hamid

ANTARAN | TAPAKTUAN – Penjabat (Pj) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Aceh Selatan mengajak semua komponen dan organisasi kependidikan saling berkolaborasi dalam menata pembenahan dan mengimplementasikan semua prospek dalam mewujud kemajuan, kualitas dan prestasi pendidikan serta menghindari pembullyan anak didik.

Himbauan dan ajakan tersebut disampaikan Bunda PAUD Aceh Selatan, Yuliani Irvana R, S.Tr, Keb dalam pidato resmi saat membuka secara resmi Festival Seni Tari PAUD pokja penguatan profil belajar Pancasila se Aceh Selatan di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, Rabu (12/6/2024).

Baca Juga:  Sejumlah Rekomendasi DPRK Untuk Wali Kota Diapresiasi

“Melalui momen ini kami mengajak semua elemen dan organisasi kependidikan untuk saling bekerjasama dan berkoordinasi dalam mencerdaskan anak bangsa, meningkatkan kualitas serta menghindari pembullyan dan kekerasan terhadap anak. Solusinya, tingkatkan pengawasan orang tua dan para guru,” ujar Yuliani Irvana.

Kadusdikbud Aceh Selatan, AKmal AH, S.Pd tampil saat pembukaan Festivan Seni PAUD. ANTARAN/Sudirman Hamid

Sebagai bunda PAUD, kami memiliki tugas dan fungsi melakukan pembenahan kearah yang lebih baik, meningkatkan pelayanan dan kualitas Pendidikan anak usia dini sebagai titik awal mencerdaskan anak bangsa.

Dimana, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah lebih mengarah kepada karakter dalam mengembang bakat, kreatifvitas, inovasi, akhlak dan emosional dalam membentuk prestasi melalui enam dimensi.

“Festival seni yang digelar hari ini merupakan bagian dari Pendidikan karakter anak didik dalam mengasah bakat dan kreativitas. Untuk itu, kami mohon dewan juri memberikan penilaian secara profesional. Pasalnya, setiap festival pasti dihadapkan dengan kalah menang, maka adillah dalam pemberi penilaian,” tutur Yuliani Irvana menyudahi arahannya,

Baca Juga:  Cobra FC Teupin Gajah Tumbangkan IPK2TB Ie Alem 3-0 di Grand Final Turnamen Persiba Cup

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Selatan Akmal AH, S.Pd menyebutkan, para kepala dan guru PAUD  tentunya sudah bersusah payah untuk mengikutsertakan anak didik mengikuti festival seni.

“Event ini nantinya akan diakhiri kalah atau menang sesuai penilaian dewan juri. Juara atau tidak juara, itu hanya sebuah kesempatan antara baik dan kurang baik. Catatan terpenting adalah, peran Disdikbud, dewan guru dan anak didik sudah berusaha maksimal untuk tampil dalam mengembangkan bakat kesenian,” urainya.

Pj Bunda PAUD Aceh Selatan, Yuliani Irvana R, S.Tr, Keb (berselempang) foto bareng bersama Kadisdikbud Akmal AH, S.Pd (tengah), sekretaris Disdikbud (samping kanan), Ketua Pokja PAUD serta Kabid DAU dan PNF Reka Yulianti (paling kiri) usai pembukaan Festival. ANTARAN/Sudirman Hamid.

Sebagai orang tua, kami sudah tidak sabar menyaksikan lenggak lenggok, lemah gemulai dan kepiawaian murid-murid PAUD memperagakan kebolehan. Namun, Hasrat ini tersandung waktu, lantaran murid-murid PAUD yang dihadirkan terkendala jarak jauh menuju Tapaktuan.

Baca Juga:  Masjid Tempat Berkumpul Yang Aman Tanpa Kasta

“Perlu pengertian dan kesabaran bagi kita semua, keberadaan PAUD Aceh Selatan menyebar dari Trumon Timur hingga Krueng Baru (Labuhan Haji Barat). Perjalanan yang ditempuh memakan waktu dan jarak yang relatif jauh,” ulas Akmal.

Sebelumnya, Ketua Panitia pelaksana Bidang PAUD dan PNF, Muliadi melaporkan, Festival seni merupakan Pokja Penguatan  Profil Belajar Pancasila sehari diikuti 14 gugus dari seluruh PAUD di Aceh Selatan.

“Cabang yang diperlombakan meliputi; seni tari, Drama mengisahkan tentang Keteladanan Rasulullah dan Lomba Alat Permainan Edukatif (ATE). Anggaran kegiatan ini bersumber dari pundi Dana DAU tahun 2024,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.