Catatan Duka Ladang Rimba Aceh Selatan, 443 Rumah Rusak dan 439 Terdampak

Kondisi banjir genangan (kiriman) di Cot Bayu, Trumon Tengah akibat meluapnya sungai Lae Soraya, Gelombang, Kota Subulussalam. ANTARAN / dokumentasi Pusdalops BPBD.
Bagikan:

“Data sementara yang berhasil kami himpun akibat banjir bandang Ladang Rimba sebanyak 882 unit rumah mengalami kerusakan dan terdampak,” kata Ruspiadi, SE,M.Si.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Peristiwa banjir bandang yang menerjang Gampong (desa) Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan pada Senin, 20 November 2023 malam menyisakan duka dan luka mendalam bagi 2 573 jiwa penduduk.

Sesuai data sementara yang diperoleh antaran dari Pusdalops, Posko Induk bencana alam di Kantor Camat Trumon Tengah, sebanyak 443 unit rumah dan fasilitas umum rusak. Sementara, rumah terdampak dan digenangi lumpur berjumlah 439 unit.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang (Kabid) Darurat dan Logistik, Ruspiadi, SE, M.Si menyebutkan, rumah yang rusak terdiri dari klasifikasi rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan di Dusun; Keude, Ujung Padang dan dusun Blang Dalam.

Baca Juga:  NR, Terduga Pelaku Pelecehan Terhadap Anak Diamankan Polisi

“Data sementara yang berhasil kami himpun akibat banjir bandang Ladang Rimba sebanyak 882 unit rumah mengalami kerusakan dan terdampak,” kata Ruspiadi, SE,M.Si kepada antaran saat ditemui di Posko induk, Rabu (29/11/2023) malam.

Secara detail dan rinci disampaikan Ruspiadi, rusak berat atau hancur total dan tidak bisa dimanfaatkan lagi berjumlah 179 unit. Kemudian rusak sedang dengan kategori kerusakan tidak bisa ditempati dan butuh rehab berjumlah 260 unit. Selanjutnya rusak ringan, masih bisa di tempati tetapi perlu direnovasi sebanyak 4 rumah.

Baca Juga:  Usai Lantik 5 Pejabat Eselon II, Pemkab Aceh Singkil Akan Lelang 6 JPTP

“Rumah penduduk terdampak dan digenangi lumpur serta limbah berjumlah 439 unit. Rumah-rumah ini belum seluruhnya berhasil dibersihkan akibat kondisi di lapangan masih darurat” urai Ruspiadi.

Kondisi Banjir Genangan

Guratan duka juga menyelimuti banjir luapan bersumber dari sungai Lae Soraya, Gelombang, Sultan Daulat, Kota Subulussalam yang menyapu sejumlah gampong di kecamatan Trumon Tengah, Trumon dan Trumon Timur.

Ketinggian air mencapai 1 sampai 2 meter, tercatat sebagai zona merah, kian menambah kesulitan dan kesedihan penduduk hingga 14 hari tidak bisa berkutik dan beraktivitas.

“Kondisi tersebut juga berdampak kepada kesulitan pendistribusian bantuan, kecuali warga setempat mengungsi ke areal yang lebih aman. Namun sebagian warga memilih bertahan di lokasi dengan rasio bahaya riskan. Padahal, pemerintah sudah menghimbau untuk mengungsi demi keselamatan,” sebut Kabid.

Baca Juga:  Empat Peserta Dari 307 Pelamar PPPK Teknis Aceh Singkil Ujian di BKN Medan

Masih keterangan Kabid Darurat dan Logistik, hasil asesmen sementara, dari tiga kecamatan tersebut, sebanyak 514 rumah terdampak bahkan mengalami kerusakan.

“Banjir kiriman tersebut mengakibatkan 4.543 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 15.052 jiwa penduduk terdampak. Data ini belum include kerusakan lahan tani dan infrastruktur lainnya yang ikut terseret hancur,” ulas Ruspiadi.

Informasi dihimpun dari Dinas PUPR Aceh Selatan, sarana dan prasarana umum disektor alur transportasi, mengalami kerusakan senilai lebih kurang Rp 31 milyar.

Begitupun sumber dari Dinas Pertanian, sebesar Rp 1.450.000.000 jaringan infrastruktur irigasi lenyap digerogoti bencana alam. Jumlah ini masih sedikit dibandingkan kerusakan perkebunan rakyat disektor kelapa sawit.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.