Cegah Stunting, 10.241 Remaja Putri di Abdya Sasaran TTD

Pj Bupati Abdya H Darmansah SPd MM memberikan TTD kepada siswi di MTsN 2 Abdya wilayah Kecamatan Manggeng dalam rangka aksi bergizi pencegahan stunting, Senin (30/01/2023). Foto Istimewa
Bagikan:

“Sebelumnya, kita juga telah melakukan aksi bergizi di sekolah sekaligus launching pemberian TTD terhadap remaja putri dengan terlebih dahulu memeriksa HB siswi. Alhamdulillah, terlaksana secara serentak di sejumlah Puskesmas yang berada dalam kawasan Abdya,” katanya.

Jurnalis : Rizal

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE –Sebanyak 10.241 remaja putri yang tersebar di sembilan kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akan menjadi sasaran program aksi bergizi dengan pemberian tablet tambah darah (TTD) sebagai salah satu langkah awal dalam pencegahan stunting di kabupetan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Safliati SST MKes dalam kegiatan aksi begizi di MTs Negeri 2 Abdya, Senin (30/01/2023) mengatakan, bahwa aksi begizi merupakan salah satu kegiatan dinas kesehatan juga puskesmas dalam upaya penurunan stunting.

Baca Juga:  Harga Cabe Merah di Banda Aceh Masih Tetap Tinggi

“Sebelumnya, kita juga telah melakukan aksi bergizi di sekolah sekaligus launching pemberian TTD terhadap remaja putri dengan terlebih dahulu memeriksa HB siswi. Alhamdulillah, terlaksana secara serentak di sejumlah Puskesmas yang berada dalam kawasan Abdya,” katanya.

Dari sepuluh ribu lebih remaja putri yang menjadi sasaran pemberian TTD itu, sekitar 6.428 berada di sekolah-sekolah. Yang sudah mendapatkan TTD di sekolah sebanyak 6.035 remaja putri.

“Insya Allah untuk sisa dari jumlah remaja putri tersebut akan terus kita lakukan dalam waktu dekat ini sudah tuntas,” tutur Safliati.

Sementara itu, Pj Bupati Abdya, H. Darmansah, S.Pd, MM, dalam kesempatan itu secara singkat menyampaikan, bahwa upaya awal yang dilakukan dalam pencegahan stunting adalah dengan pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan anemia.

Baca Juga:  Di Simeulue, Harga Cabai Merah Rp 70 Ribu/ Kg 

“Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil sampai usia lanjut,” ungkapnya.

Suplementasi TTD, lanjut Darmansah, mulai dilaksanakan pada tahun 2015 dengan minum TTD 1 tablet per minggu sepanjang tahun bagi remaja putri usia 12-18 tahun yang berada di jenjang pendidikan SMP/sederajat dan SMA/sederajat.

“Walaupun pemberian TTD pada remaja sudah dilakukan, prevalensi anemia masih cukup tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah kurangnya kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi TTD,” ujarnya.

Baca Juga:  Sektor Logistik Bangkit, CKB Group Hadir dalam Indonesia Coal Summit 2023

Dari Abdya sendiri, sebut Darmansah, sasaran remaja putri yang ada di sekolah maupun di desa sebanyak 10.241 orang, dan hanya 6.428 orang yang baru minum TTD.

Berangkat dari kondisi tersebut, sambung Darmansah, maka dimulailah kegiatan aksi bergizi yang dilaksanakan dengan tiga intervensi utama yaitu aktifitas fisik/senam bersama, sarapan/kudapan bersama, minum TTD bersama, serta screening anemia melalui pemeriksaan HB bagi remaja putri.

“Kabupaten Abdya sendiri untuk aksi bergizi sudah dilakukan launching pertama kali di SMP 1 Abdya tanggal 12 November 2022 lalu dengan kegiatan minum tablet tambah darah (TTD) bersama bagi remaja putri,” demikian paparnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.