Cegah Wereng Padi, Tim Lab PHP Nagan Raya Semprot Massal di Abdya

Tim Laboratorium PHP THP Pulau Ie Nagan Raya lakukan semprot massal di Desa Mesjid Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Abdya, Rabu (08/11/2023). ANTARAN/Foto ist
Bagikan:

“Selama ini petani kita lebih memilih cara instan dalam mengatasi hama padi. Sehingga, justru dapat membahayakan dalam jangka panjang. Misalkan dalam penggunaan obat kimia yang tidak teratur dapat merusak tanaman padi itu sendiri,” ungkap Zulfikar didampingi Koordinator PHP pada Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Ewinda Gusma SP dan para penyuluh pertanian lainnya.

Jurnalis: Rizal

ANTARAN|BLANGPIDIE – Tim Laboratorium Pengamat Hama Penyakit (PHP-THP), Pulau Ie, Nagan Raya melakukan penyemprotan massal di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) untuk mengantisipasi hama wereng pada tanaman padi petani dalam wilayah setempat.

Kepala Laboraterium PHP-THP Pulau Ie, Nagan Raya, Zulfikar SP kepada wartawan, Rabu (8/11), mengatakan, penyomprotan ini dilakukan untuk mengendalikan penyakit pada tanaman padi yang terkena imbas hama wereng, walang sangit dan jenis penyakit lainnya dengan menggunakan obat alami yang dipermentasi dari bahan hayati yakni Metabolit Sekunder Beauvuria Bassiana.

Baca Juga:  Terkait Pupuk Subsidi, Pemkab Bener Meriah Gelar Rapat Bersama Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida

Sebagai sampel, pihaknya turun langsung untuk melihat kondisi tanaman padi petani bedasarkan laporan dari para penyuluh pertanian yang tersebar dalam wilayah Kabupaten Abdya. Salah satu lokasinya berada di Desa Mesjid, Kecamatan Tangan-Tangan juga di wilayah Kecamatan Susoh.

Tak hanya melakukan penyomprotan secara massal, Tim Lab PHP THP Nagan Raya juga memberikan penyuluhan kepada petani bagaimana cara mengantisipasi hama penyakit padi. Dimana, proses penyomprotan menggunakan Metabolit Sekunder Beauvuria Bassiana ini dapat dilakukan dengan waktu umur padi antara 15 sampai 40 hari setelah tanam (HST).

“Selama ini petani kita lebih memilih cara instan dalam mengatasi hama padi. Sehingga, justru dapat membahayakan dalam jangka panjang. Misalkan dalam penggunaan obat kimia yang tidak teratur dapat merusak tanaman padi itu sendiri,” ungkap Zulfikar didampingi Koordinator PHP pada Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Ewinda Gusma SP dan para penyuluh pertanian lainnya.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 13/Kluet Timur Lakukan Komsos dengan Petani

Zulfikar yang juga membawahi tujuh kabupaten lainnya di Provinsi Aceh itu, mengajak petani untuk sering memanfaatkan bahan alami untuk mengantisipasi hama penyakit padi. Mencegah sebelum terjadinya serangan hama, merupakan langkah efektif dalam meningkatkan kesuburan tanaman padi.

Kemudian, menggunakan sistem mekanik dengan menanam bunga-bungan disekeliling hamparan padi menjadi salah satu cara pencegahan awal terhadap serangan hama. Bahkan itu menjadi pestisida nabati yang dapat memperlambat perkembangbiakan hama.

Baca Juga:  Saat Pesejuk Alat Pertanian, Ini Pesan Camat Teluk Dalam Kepada Petani 

“Sayangnya, petani kita lebih memilih jalan pintas dengan menggunakan obat yang mengandung bahan berbahaya. Memang cara alami itu sedikit melelahkan, namun dampaknya sangat memuaskan,” ujar Zulfikar kepada puluhan petani dari Kelompok Tani Maju Bersama Desa Mesjid.

Untuk itu, Zulfikar yang juga didampingi Keuchik Mesjid, Kasman berharap petani bisa menciptakan kreatifitas sendiri dalam menjaga tanaman padi dari serangan hama tidak mesti harus selalu bergantung pada pestisida berbahan kimia.

“Sebenarnya nenek moyang kita dulu sering menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapat disekitar lingkungan kita untuk mengantisipasi hama penyakit pada tanaman padi. Nah, kenapa kita tidak mencobanya. Salah satunya menggunakan pupuk kandang, kencing hewan ternak dan juga tanaman hayati lainnya untuk mengusir hama,” demikian tandasnya (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.