Cemilan Kripik Tapaktuan Banjir Orderan Hingga Melenggang ke Negara Tetangga

Pengrajin kripik Usaha Rahmat, Tapaktuan, Aceh Selatan, Surtiyah memperlihatkan cemilan kripik unggulan produksinya. Foto: ANTARAN / Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Menjelang hari raya Idul Fitri 1.444 hijriah cemilan kripik kami banjir orderan dari berbagao daerah. Kendalanya, bahan Pisang Canggang sebagai produk super susah diperoleh. Akibat langka, harganya turut meningkat dari sebelum-sebelumnya,” kata Surtiyah kepada antaran.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Keuletan dan kreatifitas meracik dan membuat makanan (kuliner) terus bergelayut dari zaman ke zaman tanpa memandang batas usia dan kemampuan, buktinya usaha kripik di Gampong (desa) Batu Itam, Kecamatan Tapaktuan, mulai tumbuh tahun 1999.

Pantauan antaran, mestipun sudah beranjak umur kepala enam, perempuan tersebut tetap trampil memainkan jari jemarinya menggoreng dan mengiris rangkaian bahan untuk membuat cemilan kripik dan lain-lain.

Baca Juga:  Kejari Aceh Selatan : Penanganan Perkara Akan Dievaluasi dan Diinventarisir Untuk Penegakan Hukum

Pengrajin sekaligus penguasa kripik Rahmat yang berdomisili di jalan Teuku Cut Ali No 19, Batu Itam, Tapaktuan, Surtiyah (60 tahun) saat ditemui antaran mengatakan, dirinya mulai membuka usaha kripik sejak tahun 1999 sampai saat ini masih aktif.

“Menjelang hari raya Idul Fitri 1.444 hijriah cemilan kripik kami banjir orderan dari berbagao daerah. Kendalanya, bahan Pisang Canggang sebagai produk super susah diperoleh. Akibat langka, harganya turut meningkat dari sebelum-sebelumnya,” kata Surtiyah kepada antaran, Senin (17/04/2023).

Baca Juga:  Kapolres Simeulue Berikan Arahan Kepada Bhabinkamtibmas, Ini Pesannya

Ia menyebutkan, usaha yang digeluti dengan susah payah tersebut pernah melenggang ke Negara tetangga seperti Malaysia, Singapora, Brunai hingga ke Arab Saudi.

“Kalau ke kota-kota provinsi se Indonesia sudah lalang buana, apalagi wilayah Aceh memang sudah menjamah ke seluruh penjuru daerah. Kemajuan yang saya alami ketika usia masih muda dan tenaga masih sangat produktif,” ujar Surtiyah.

Seraya memperlihatkan contoh produk cemilan kripik ternama tersebut, Surtiyah menyampaikan harga-harga yang di lego ke konsumen menurut jenis dan tingkatan kualitasnya.

Baca Juga:  Curah Hujan Tinggi, Ibukota Aceh Singkil Dikepung Banjir

Kripik berbahan pisang canggang Rp 120.000 per kilogram (kg), Pisang Bungo Rp 100.000 per kg, Peyek kacang Rp 100.000 per kg, Kacang Tojin Rp 100.000 per kg. Kentang lose Rp 30.000 untuk bungkus sedang dan Rp 25.000 kualitas nomor dua.

“Harga tersebut hanya untuk bulan ramadhan atau menjelang hari raya, lantaran harga kebutuhan sedikit meningkat dari biasa. Apabila kondisi normal, harganyapun akan normal kembali hingga 10 persen lebih murah,” imbuh Surtiyah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.