“Diharapkan kenduri tawar kampung bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dua Desa. Masyarakatnya dijauhkan dari berbagai permasalahan diberikan panen yang berlimpah,” ucap Maridin Aman Roha.
Jurnalis : Bayu Y
ANTARAN|BLANGKEJEREN – Dua desa di Kecamatan Trangun, Kabupaten Gayo Lues, yakni Desa Bukut dan Desa Blangkala bersama – sama menggelar Tawar Kampung. Kegiatan adat Tawar Kampung atau kenduri tolak bala ini dilaksanakan di Desa Bukut, Rabu (04/10/2023).
Tawar Kampung di dua desa ini dihadiri Muspika Kecamatan Trangon, Kapolsek Trangun Iptu Indra Gunawan, Camat Trangun Said Muhammad, dan Anggota Danramil, Tokoh masyarakat Trangun Said Sani serta Pengulu dua desa serta tokoh masyarakat dan masyarakat dua desa.
Orang Tue Desa Bukut, Maridin Aman Roha menyebutkan Tawar Kampung atau kenduri tolak bala dilakukan untuk mendinginkan suasana suatu kampung agar dijauhkan dari penyakit dan dari berbagai permasalahan, menetralkan kampung dari perpecahan apalagi mendekati suasana politik tahun 2023.
“Diharapkan kenduri tawar kampung bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dua Desa. Masyarakatnya dijauhkan dari berbagai permasalahan diberikan panen yang berlimpah,” ucap Maridin Aman Roha.
Tokoh masyarakat Trangun Said Sani menyebutkan, tawar kampung sudah menjadi tradisi bagi masyarakat di Gayo Lues biasanya dilakukan 4 tahun sekali.
“Tujuannya untuk menjauhkan segala marah bahaya dari kampung. Masyarakat juga diberikan rahmat serta hidayah hingga panen juga bisa berlimpah di jauhkan dari penyakit,” paparnya.
Kapolsek Trangun, Ipda Indra Gunawan saat memantau kegiatan Tawar Kampung menyebutkan, kegiatan berjalan lancar tidak kondusif dan diharapkan tawar kampung ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat terutama kampung bisa menjadi aman dan nyaman.(*)