Dewan Minta Pemkab Abdya Perhatikan Nasib Petani di Paya Laot

Tanaman padi petani di Paya Laot, Gampong Lhueng Baro, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terendam layaknya danau akibat luapan air dari saluran kawasan setempat. Foto direkam Sabtu (03/9/2022) lalu. ANTARAN / RIZAL
Bagikan:

“Saluran itu perlu di normalisasi menggunakan alat berat (excavator). Kemudian, tebing saluran juga harus di beton. Kalau dibiarkan seperti itu, banjir luapan di sawah Paya Laot tak akan pernah tuntas,” kata Julinardi salah satu anggota DPRK Abdya, Kamis (15/9/2022).

Jurnalis : Rizal

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE – Belasan hektare lahan persawahan di Gampong Lhoeng Baro, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang sudah ditanami padi oleh petani setempat kerap terendam banjir luapan dari saluran pembuang yang sudah mulai dangkal akibat tebalnya sendimen.

Menanggapi keluhan petani sawah di wilayah tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk memperhatikan nasib sejumlah petani yang berada di areal persawahan itu.

“Saluran itu perlu di normalisasi menggunakan alat berat (excavator). Kemudian, tebing saluran juga harus di beton. Kalau dibiarkan seperti itu, banjir luapan di sawah Paya Laot tak akan pernah tuntas,” kata Julinardi salah satu anggota DPRK Abdya, Kamis (15/9/2022).

Baca Juga:  Bus Simpati Star Terbalik, 21 Penumpang Luka-luka, Sopir Melarikan diri

Politisi Partai Hanura itu, juga dengan tegas meminta Pj Bupati Abdya H Darmansah SPd MM untuk turun langsung ke lokasi agar persoalan yang mendera petani setempat dapat segera digubris. Apalagi selama ini petani di Paya Laot kerap mengalami kerugian karena faktor bencana banjir tersebut.

Kata Julinardi, akibat sering terendamnya areal persawahan pada musim penghujan itu, ia menyarankan untuk di bangun saluran pembuang atau drainase di sepanjang jalan nasional wilayah Manggeng.

“Sehingga, petani yang bercocok tanam di sana tidak selalu merugi akibat gagal panen. Kan sayang petani sudah bersusah payah, mengeluarkan modal menggarap sawah mereka dengan harapan hasil panen bisa mencukupi dan menopang ekonomi keluarga juga sebagai program ketahanan pangan yang di gagas oleh Bapak Presiden Republik Indonesia,” tandas Julinardi.

Baca Juga:  Curah Hujan Tinggi, Ibukota Aceh Singkil Dikepung Banjir

Diberitakan sebelumnya, Para petani di Paya Laot setiap musim tanam selalu kuatir dengan perkembangan tanaman padi mereka yang seakan makin memburuk dan mudah terserang hama. Bahkan dengan terendamnya batang padi yang masih balia itu justru bisa saja proses anakan tidak maksimal dan mudah mati termasuk diserang hama keong.

Fenomena alam layaknya danau di areal persawahan ini sudah sering terjadi. Bahkan masyarakat yang melintasi jalan Nasional Lintas Banda Aceh-Medan juga tidak asing lagi saat menyaksikan pemandangan yang begitu menakjubkan padahal penderitaan bagi petani.

Salah satu penyebab dari masalah itu, karena saluran mulai dangkal dan tebalnya sendimen, termasuk gorong-gorong saluran air tepatnya dibawah badan jalan Nasional Lintas Sumatra kawasan itu juga rendah.

Baca Juga:  Mengenal Jasa Sewa Bus Pariwisata Terbaik

Ini bukan persoalan baru lagi bagi petani di Paya Laot, bahkan hampir setiap tahun pemandangan seperti ini terjadi. Delema yang dirasakan petani Paya Laot itu, terus menerus dan akan selalu dirasakan. Tidak sedikit petani yang berkurang penghasilan karena tanaman padi mereka sering terendam banjir.

Mirisnya lagi, kalau sudah mendekati masa panen. Padi yang terendam air tidak bisa langsung dipanen baik menggunakan mesin pemotong atau memakai jasa tukang potong.

Bahkan petani setempat pernah menggunakan ban dalam mobil yang dibuat layaknya perahu karet untuk mengangkut ubinan yang terendam. Belum lagi, petani juga harus menjemur ubinan itu agar bisa dirontokkan dengan mesin. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.