Di Abdya, 28 Pelanggar Terjaring Selama Ops Zebra

PELANGGARAN : Kasat Lantas Polres Abdya, AKP Tri Andi Darma saat memberikan pemahaman kepada pengendara yang kedapatan melanggar aturan tertib berlalulintas, Selasa (19/9/2023). ANTARAN / Agus
Bagikan:

“Razia di titik tertentu yang merupakan kawasan tertib lalulintas dan rawan kecelakaan. Operasi ini harus menjadi acuan bagi para pengendara, bahwa mematuhi semua aturan tertib berlalulintas itu sangat penting,” terangnya.

Jurnalis: Agus

ANTARAN|BLANGPIDIE – Sebanyak 28 pelanggar aturan berlalulintas dengan berbagai kriteria berhasil dijaring Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Barat Daya (Abdya) selama berlangsungnya operasi zebra hingga 17 September lalu di kabupaten setempat.

Kapolres Abdya AKBP Dhani Catra Nugraha SH SIK MH melalui Kasat Lantas, AKP Tri Andi Darma, Selasa (19/9/2023) menyebutkan, dari 28 pelanggaran dimaksud, 20 diantaranya merupakan pengendara yang tidak mengenakan helm saat berkendara.

Baca Juga:  Meriahkan HUT ke 3, Sanggar Senam PBF Abdya Gelar Olahraga Senam Bersama  

Selebihnya merupakan kasus pelanggaran terebos lampu merah, mobil angkutan barang yang membawa penumpang serta kendaraan yang overload over dimensi.

Dikatakan, operasi zebra yang dilaksanakan setiap tahun tersebut untuk meningkatkan kesadaran dan keamanan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas.

Untuk di wilayah hukum Polres Abdya yang meliputi Kota Blangpidie dan sejumlah kecamatan lainnya. Operasi rutin tahunan itu dilaksanakan di titik tertentu yang merupakan kawasan tertib berlalulintas. Selain itu, pihaknya juga melakukan razia di areal rawan kecelakaan dibeberapa lokasi.

Baca Juga:  Truck Pengangkut Abu Gosok Terbalik Di Jalan Nasional Aceh Selatan

“Razia di titik tertentu yang merupakan kawasan tertib lalulintas dan rawan kecelakaan. Operasi ini harus menjadi acuan bagi para pengendara, bahwa mematuhi semua aturan tertib berlalulintas itu sangat penting,” terangnya.

Menurutnya, selama operasi berlangsung, Satlantas Polres Abdya tidak hanya menindak setiap pelanggaran, namun juga memberikan sosialisasi dan imbauan kepada para pengendara agar dapat mematuhi aturan berlalulintas.

Bahkan tidak jarang petugas membantu mengaitkan tali helm yang lupa dipakai pengendara sepeda motor.

Baca Juga:  Revolusi Kedai Kopi, Mungkinkah?

“Secara umum kesadaran masyarakat untuk tertib berlalulintas masih rendah. Padahal pelanggaran ini menjadi salah satu sumber kecelakaan di jalan raya,” katanya.

Dia berharap, dengan adanya operasi zebra ini dan operasi rutin yang kerap dilakukan pihaknya dapat memberikan pemahaman kepada para pengendara kalau mematuhi aturan berlalulintas merupakan hal yang penting.

Selain dapat membuat pengendara lebih nyaman, tertib berlalulintas juga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan dan tindakan kejahatan lainnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.