Diduga ASN dan Honorer Tertangkap Basah Mesum di Mobil 

Foto Ilustrasi tertangkap Mesum. Foto Tribun Manado
Bagikan:

“Sebelum dilakukan penangkapan anggota kita ditelpon oleh Keuchik untuk membantu. Karena itu di wilayah kita, saya sarankan untuk di dampingi dan di amankan,” ujar Safarudin. 

Jurnalis : Didit Arjuna

ANTARAN|SUKAMAKMUE – Salah seorang pria berinisial FD yang diduga Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh diamankan pihak Satuan Polisi Pamong Praja – Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Nagan Raya.

Informasi yang dihimpun Wartawan, pria FD tertangkap basah melakukan mesum dengan seorang wanita yang bukan istrinya. Belakangan didapatkan informasi, wanita tersebut bekerja sebagai tenaga honorer di Rumah Sakit Umum Sultan Iskandar Muda (RSU SIM).

Baca Juga:  Aceh Selatan Kembali Raih Juara II GAMMAWAR Tingkat Provinsi Aceh

Kepala Satpol PP-WH Nagan Raya yang dikonfirmasi wartawan melalui Bidang Penegakan Hukum Perda dan Syariat Islam, Safarudin, Selasa (06/06/2023) membenarkan adanya laki laki dan perempuan yang bukan suami istri di tahan karena melakukan mesum.

Dia menceritakan, sebelum penangkapan anggotanya melaporkan informasi tersebut. Dari laporan tersebut ia memerintahkan agar dilakukan pendampingan karena lokasinya memang merupakan wilayahnya.

“Sebelum dilakukan penangkapan anggota kita ditelpon oleh Keuchik untuk membantu. Karena itu di wilayah kita, saya sarankan untuk di dampingi dan di amankan,” ujar Safarudin ketika ditemui di ruang kerjanya.

Baca Juga:  Ketua DPD Kota Subulussalam Meninggal Dunia, Himpak Belasungkawa

Safarudin menambahkan, pasangan mesum yang diduga ASN dan tenaga honorer tersebut dipergoki Jumat tengah malam pekan lalu di dalam mobil di komplek perkantoran Suka Makmue.

Diakuinya, sejauh ini Satpol PP-WH sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi. Sedangkan untuk penahanan di Satpol PP sendiri diakuinya akan dilakukan selama 20 hari. “Penahanan 20 hari, jika nantinya belum tuntas akan ditambah,” ucapnya.

Dalam persoalan tersebut, Safarudin mengatakan tidak ada intervensi sama sekali. Karena itu, pihaknya akan jalan sesuai ketentuan dan aturan. “Kita akan jalankan aturan. Namun untuk sanksi hukumnya tentunya itu adalah ranahnya Pengadilan,” ujarnya.(*)

Baca Juga:  Tertibkan Ternak Berbasis Pemberdayaan, Dr Nurdin Gagas Gerbang Pantas di Aceh Jaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.