Diduga Disambar Petir, 6 Ekor Kerbau Mati Misterius di Aceh Selatan  

Keterangan foto: Warga menguburkan bangkai kerbau yang mati misterius di Aceh Selatan. ANTARAN/Istimewa.
Bagikan:

“Menurut ciri yang terdapat pada bangkai ternak itu, menunjukkan adanya gejala keracunan. Namun versi dan fakta lain menunjukan akibat disambar petir,” kata Kadis Pertanian.

 Jurnalis: Sudirman Hamid

ANTARAN l TAPAKTUAN-Sebanyak enam ekor kerbau ditemukan peternak mati misterius di dalam kendang di Gampong (desa) Pasie Asahan, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (28/1/2024).

Peristiwa kerbau mati misterius tersebut disampaikan Camat Kluet Utara, Muhklis Anwar, S.Pi berdasarkan laporan Keuchik (Kades) Pasie Asahan kepada dirinya. Informasi kerbau mati mendadak itu diketahui dari pemilik saat mendapati hewan ternak mereka sudah tidak bernyawa.

“Temuan itu dilaporkan pemilik kepada Keuchik Pasie Asahan, kemudian diteruskan kepada saya. Untuk mengetahui penyebab ternak itu mati misterius, kami sudah berkoordinasi dengan mantri hewan Dinas Pertanian Aceh Selatan,” ucap Mukhlis Anwar sebagaimana dilansir media.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, H Zainal A, SE, M.Si yang dihubungi antaran melalui telepon genggam menyampaikan pendapatnya, kerbau sebanyak enam ekor itu mati bukan karena keracunan.

“Dugaan kami, kerbau itu mati akibat disambar petir. Faktanya, daun kayu di dekat kandang kerbau layu bagaikan terbakar.  Namun demikian, kejelasannya dapat diperoleh dari hasil pemeriksaan dokter hewan atau pihak berkompeten,” imbuh Zainal.

Disebutkan, pendapat ini disampaikan, sesuai assessment yang dilakukan personel Pos Damkar-PB 04 Kluet Utara yang terjun ke tempat kejadian perkara (TKP).

Alasan lain, ungkap H Zainal, pada Sabtu, 27 Januari 2024 sejak sore hingga malam hari, kawasan Kluet Utara dilanda hujan lebat beserta petir yang kuat. “Jadi, tidak tertutup kemungkinan ke enam kerbau tersebut mati akibat disambar petir”

Keterangan yang diperoleh dari Kadis Pertanian Kabupaten Aceh Selatan, H. Nyaklah Sp.MM, setelah dilakukan pemeriksaan seksama oleh petugas kesehatan hewan, didapati pembuluh darah pada bangkai kerbau pecah.

“Jika enam ekor kerbau itu mati akibat gejala racun atau serangan penyakit, dipastikan sebelum didapati mati misterius sudah ada gejala atau tanda diserang penyakit selagi ternak itu masih hidup,” terang Nyaklah.

Untuk menguak kematian kerbau misterius, Petugas Puskeswan sudah melakukan pengecekan hingga penguburan bangkai hewan ternak itu.

“Disimpulkan, ke enam ekor kerbau tersebut mati bukan disebabkan gejala racun atau serangan penyakit. Sesuai fakta dan pemeriksaan, kuat dugaan kerbau tersebut mati karena tersambar petir,” tegas H. Nyaklah mengakhiri keterangannya kepada media. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.