Diduga Korupsi Dana Desa, Kejari Aceh Selatan Tahan Mantan Keuchik Ujong Padang

Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan melakukan penahanan terhadap mantan Keuchik Gampong Ujung Padang, Kecamatan Sawang, Kabupatan setempat, Rabu (13/7/2022). Foto IST
Bagikan:

Jurnalis: Sahidal Andriadi

ANTARANNEWS.COM|TAPAKTUAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan melakukan penahanan terhadap mantan Keuchik Gampong Ujung Padang, Kecamatan Sawang, Kabupatan setempat, Rabu (13/7/2022).

Penahanan mantan keuchik tersebut atas kasus dugaan penyalahgunaan pengelolaan Dana Desa tahun anggaran 2015 sampai tahun 2017, dengan kerugian Negara sebesar Rp 475.655.070.

Kejari Aceh Selatan, Heru Anggoro SH,MH, melalui kepala Seksi intelijen, M Alfyandi Hakim SH mengatakan, penetapan tersangka berinisial HMS Bin P atas sangkaan melanggar Pasal 2 ayat (1) UU No. 31 tahun 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi.

Dijelaskan Kejari Heru Anggoro, pada tahun 2015 sampai tahun 2017 Gampong Ujung Padang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan yang dipimpin oleh keuchik HMS Bin P telah menerima kucuran Dana Desa yang bersumber dari APBN tahun 2015 sampai tahun 2017.

Baca Juga:  Warga Desa Gumpang Lempu Ditemukan di Bur Leme Dengan 23 Tusukan

“Yang tertuang dalam masing-masing APBG, masing-masing sejumlah yakni, Tahun 2015 sebesar Rp 523.311.843, Tahun 2016 sebesar Rp 846.035.630,- dan Tahun 2017 sebesar Rp 1.006.336.705,” ungkap Kajari didampingi kepala Seksi intelijen, M Alfyandi Hakim SH, Kasi Pidsus, Minang Sazali SH dan Kasubbagbin, Ardiansyah SH.

Dari dana tersebut, lanjut Kajari, pada masing-masing tahun telah direalisasikan untuk berbagai macam kegiatan baik operasional, pemberdayaan, pengadaan barang maupun pembangunan fisik.

Baca Juga:  Berbahaya, Pohon Terembesi di Pinggir Jalan Kota Sinabang Tua dan Mengering¬†

“Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Kabupaten Aceh Selatan ditemukan adanya ketidak sesuaian antara laporan realisasi yang diajukan oleh Pemerintah Gampong dengan Realisasi Faktual,” ungkapnya.

Demikian pula, sambung Kejari Heru Anggoro, berdasarkan hasil pemeriksaan dilapangan oleh Tim Ahli Teknis dari Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Aceh Selatan atas pekerjaan pembangunan fisik yang telah di realisasikan.

“Ditemukan banyak dugaan penyimpangan antara perencanaan yang tertuang dalam RAB dengan laporan hasil pekerjaan dan kondisi existing, sehingga diduga kuat telah menimbulkan kerugian bagi keuangan Negara,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tinjau Banjir, Tgk Amran Segera Bangun Pengaman Tebing Rp 9 Milyar

Ia juga mengatakan, selain adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Realisasi anggaran, juga ditemukan berbagai pelanggaran secara tata administrasi yang dilaksanakan oleh perangkat Gampong dalam pengelolaan dana desa tersebut yang bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku.

“Bahwa berdasarkan penetapan tersangka tersebut, yang bersangkutan akan diserahkan kepada Rutan Kelas IIB Tapaktuan untuk dilakukan penahanan yang bertujuan untuk mempercepat proses penyidikan dan agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti atau melakukan tindakan lainnya yang dapat menghambat proses penyidikan,” pungkas Kejari Aceh Selatan, Heru Anggoro SH MH.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.