Diduga Marak, APH Diminta Tindak Setiap Galian C Tanpa Izin di Simeulue 

Aktivitas pertambangan galian C yang diduga tanpa izin (ilegal) ini terus menjalankan aktivitasnya secara terang-terangan tanpa adanya sentuhan dari pemerintah dan aparat penegak hukum (APH). Foto kiriman warga
Bagikan:

“Kita dari desa menggunakan jasa perantara mendatangkan Galian C untuk keperluan penimbunan jalan perkebunan yang bersumber dari dana desa,” ungkap Zuldiman. 

Jurnalis : Ardiansyah 

ANTARAN|SIMEULUE – Maraknya dugaan Pertambangan Tanpa Izin (Peti) galian C ilegal di Kabupaten Simeulue, terus mendapatkan sorotan dari kalangan masyarakat. Pasalnya, aktivitas pertambangan galian C yang diduga tanpa izin (ilegal) ini terus menjalankan aktivitasnya secara terang-terangan tanpa adanya sentuhan dari pemerintah dan aparat penegak hukum (APH).

Baca Juga:  Sambut HUT Aceh Selatan, Pemkab Gotong Royong Massal dan Tanam Pohon

Hal ini berdasarkan pantauan sejumlah wartawan saat melakukan investigasi lapangan, terlihat di lokasi alat berat excavator sedang beroperasi memuat hasil galian ke dalam dump truk, dan tidak terpampang adanya papan informasi mengenai izin pengerukan Galian C.

Mirisnya lagi, Galian C yang dikeruk dengan menggunakan alat berat excavator itu, digunakan untuk proyek penimbunan jalan perkebunan, dari dana desa yang berada di beberapa desa di Kecamatan Salang.

Baca Juga:  Polisi Buru Pembunuh Warga Nagan Raya di Abdya

Sementara itu, Kepala Desa Lalla Bahagia Zuldiman yang ditemui oleh sejumlah wartawan di kediaman pribadinya mengaku, pihaknya tidak mengetahui persis apakah Galian C tersebut memiliki izin atau tidak.

“Kita dari desa menggunakan jasa perantara mendatangkan Galian C untuk keperluan penimbunan jalan perkebunan yang bersumber dari dana desa,” ungkap Zuldiman, Minggu (13/08/2023).

Kades Lalla Bahagia ini juga mengaku, per truck pihaknya membayar Rp 500 ribu, dan ada sepanjang seribu meter penimbunan jalan perkebunan dengan menggunakan dana desa.

Baca Juga:  Dua Dari Lima Kandidat Petahana Terpilih Kembali di Pilchiksung Meukek

Pada kesempatan yang sama, salah seorang Nara sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan, diduga aktivitas tersebut tidak memiliki izin dari instansi terkait.

Sebab diketahui, Galian C dibawa dari bibir pantai untuk pengerjaan proyek penimbunan jalan ke lokasi perkebunan dan persawahan di Desa Lalla Bahagia, Kecamatan Salang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.