Diduga Pemberitaan Proyek, Wartawan di Aceh Tengah Diancam Dibunuh

Ilustrasi Penganiayaan. 2014 Merdeka.com
Bagikan:

Akibat pemberitaan tersebut, Jurnalisa mengaku diancam akan dibunuh. Ia didatangi dua pria kerumahnya pada Kamis (8/11) sekira puku 08.00 WIB.

Jurnalis : Syah Antoni

ANTARANNEWS.COM|ACEH TENGAH – Salah satu wartawan di Kabupaten Aceh Tengah, Jurnalisa, mengaku diancam dibunuh oleh oknum pengawas proyek di Kabupaten tersebut.

Sebelumnya, Jurnalisa, yang merupakan wartwan media cetak Harian Rakyat Aceh tersebut meliput proyek pembangunan Pasar Rejewali Sejahtera di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (10/11/2022).

Baca Juga:  Diikuti Peserta dari 2 Negara, Rektor UTU Buka Seminar Serantau Isu-Isu Komuniti 2022

Bahkan, hasil liputannya tersebut telah dimuat dimedia online lokal, Kabargayo.com, berjudul “Proyek Pengerjaan Pasar Rejewali Ketol Diduga Dikerjakan Asal Jadi dan Lambat, Anggaran Fantastis”.

“Kalau dimedia cetak Harian Rakyat Aceh, besok akan terbit,” kata Jurnalisa kepada antarannews.com melalui telepon selulernya, kamis (10/11/2022) sore.

Akibat pemberitaan tersebut, Jurnalisa mengaku diancam akan dibunuh. Ia didatangi dua pria kerumahnya pada Kamis (8/11) sekira puku 08.00 WIB.

Baca Juga:  Jelang Penutupan, Hendriyono - Indra Giwang Anhar Mendaftar Jalur Perseorangan di KIP Aceh Selatan

“Saat itu, mereka menggedor pintu gerbang rumah saya, kemudian saya keluar. Wajah mereka terlihat marah, mereka bahkan mencoba memukul saya,” ungkapnya.

Saat kejadian itu, lanjut Jurnalisa, istrinya keluar dari rumah untuk berusaha melerai. “Salah satu dari mereka sempat berteriak, ‘kamu tidak tau berurusan dengan siapa, kubunuh nanti kamu,” tambah Jurnalisa.

Lebih lanjut ungkap Jurnalisa, pria tersebut meneriakan kalimat kubunuh nanti kamu hingga berulang kali. “Saya merasa terancam dengan ucapan itu, saat ini saya sedang membuat laporan ke Polres Aceh Tengah,” terang Jurnalisa.

Baca Juga:  UNICEF Latih 205 Relawan Percepatan Imunisasi Rutin

Dikatakannya, terkait pemberitaan tersebut, sebagai seorang wartawan, dirinya sudah memenuhi unsur kode etik jurnalistik lantaran adanya konfirmasi kepada pihak rekanan.

“Saya mengenal kedua orang itu. Sepengetahuan saya, satu dari dua orang tersebut bernama Rahmat yang merupakan pengawas lapangan proyek tersebut, yang satu lagi hanya namanya yang saya tau,” tutup Jurnalisa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.