Diduga Soal Tanah, Jari Tangan Warga Abdya Putus Ditebas Adik Ipar

Syardi M (60), warga Dusun Suka Damai, Gampong Blang Raja, sedang dirawat pasca jari tangannya putus ditebas oleh adik iparnya sendiri, Jumat (28/10/2022). Foto: istimewa
Bagikan:

Polisi membenarkan antara pelaku dengan korban masih ada hubungan family. Atas kejadian itu, polisi telah menyita sebilah parang yang diduga digunakan pelaku untuk penebas jari tangan korban.

Jurnalis : Rizal

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE – Syardi M (60), warga Dusun Suka Damai, Gampong Blang Raja, Kecamatan Babahrot Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) harus kehilangan dua jari, yakni jari manis dan kelingking tangan kanan akibat ditebas dengan sebilah parang oleh pelaku berinisial Hak (55) yang tak lain merupakan adik ipar korban, Jumat (28/10/2022) pagi sekira pukul 08.00 WIB.

Dengan kondisi tangan berlumuran darah, Syardi langsung dilarikan ke Puskesmas Babahrot di Gampong Alue Beuliyong, yang berjarak sekitar 6 kilomter dari lokasi kejadian.

Melihat kondisi itu, Puskesmas setempat merujuk korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Peukan Abdya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Setelah menebas jari tangan abang iparnya sendiri, pelaku langsung di amankan warga setempat. Tidak lama setelah itu, pelaku dijemput personil Polsek Babahrot. Selanjutnya, pelaku digelandang ke Mapolres Abdya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:  Gantikan AKBP Setiyawan Eko Prasetiya, AKBP Rudi Saeful Hadi Jabat Kapolres Nagan Raya

Informasi yang diperoleh sementara, kalau peristiwa berdarah tersebut diduga karena perselisihan dalam keluarga terkait dengan masalah tanah, namun polisi saat ini sedang menggali motif yang sebenarnya dibalik kejadian tersebut.

Kapolres Abdya, AKBP Dhani Catra Nugraha SH SIK MH melalui Kapolsek Babahrot, Iptu Amril Bakhri SH dihubungi wartawan, membenarkan terjadi tindak penganiayaan dengan menggunakan sebilah parang di Gampong Blang Raja.

“Pelaku merupakan warga Dusun Pintu Rimba, Desa Blang Raja, telah diamankan di Mapolres Abdya untuk menjalani pemeriksaan. Peristiwa ini terjadi sekira pukul 8.00 WIB. Dimana, pelaku Hak (55), yang bekerja sebagai petani sedang berada di kebun miliknya di Dusun Tanjung Selamat, desa setempat,” kata AKBP Dhani.

AKBP Dhani juga menyebutkan, saat berada di kebun itu, pelaku, dihampiri korban Syardi M bersama Kamsidar (56) adik kandung korban dan Syamsuar (32), anak kandung korban. Keduanya, menjadi saksi atas peristiwa tindak penganiayaan yang menghebohkan tersebut.

Baca Juga:  Polres Aceh Selatan Gelar Ops Ketupat Seulawah 2024, Ini Kata Kapolres

Dari keterangan saksi, AKBP Dhani menyebutkan, di lokasi kebun itu, terjadi cek-cok mulut antara korban Syardi M dengan pelaku. Buntutnya, korban Syardi M hendak melakukan pemukulan terhadap pelaku Hak, namun berhasil dilerai oleh saksi Kamsidar dan Syamsuar.

Lalu, sambungnya, Syardi M meninggalkan lokasi untuk pulang ke rumahnya didampingi Kamsidar dan Syamsuar. Sekira pukul 08.30 WIB, pelaku Hak ternyata telah ditunggu lagi oleh korban Syardi M dan kedua familinya tersebut di Dusun Pasar, Desa Blang Raja.

“Melihat pelaku Hak dalam perjalanan pulang dari kebun, tiba-tiba dilempar dengan batu oleh korban Syardi M, namun batu yang dilempar ternyata meleset atau tidak tepat sasaran. Pelaku Hak langsung pulang ke rumahnya yang menurut keterangan untuk meminum obat. Selanjutnya, Hak keluar rumah untuk menjemput istrinya yang masih berada di kebun,” katanya.

Baca Juga:  Pj Sekda Simeulue Buka MTQ Ke-2 Tingkat Desa Sambay

Akan tetapi, sebelum sampai di kebun, sambungnya, pelaku Hak kembali di hadang oleh korban Syardi M bersama saksi Kamsidar dan Syamsuar di lokasi Dusun Pasar, Blang Raja.

“Di lokasi ini, Syardi M menggunakan ketapel untuk melontarkan batu kearah Hak hingga mengenai bagian dada kanan. Sehingga, Hak mulai marah dan langsung mengambil sebilah parang yang terletak di sepeda motor miliknya. Parang tersebut langsung diayun kearah Syardi M, kemudian mengenai bagian tangan sebelah kanan, sehingga menyebabkan jari manis dan jari kelingking Syardi M putus seketika,” sebutnya.

Polisi membenarkan antara pelaku dengan korban masih ada hubungan family. Atas kejadian itu, polisi telah menyita sebilah parang yang diduga digunakan pelaku untuk penebas jari tangan korban.

“Adapun motif kejadian berdarah tersebut, berdasarkan keterangan sementara di peroleh polisi di lokasi kejadian, bahwa dipicu oleh adanya perselisihan terkait dengan permasalahan tanah,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.