Dinas Peternakan Aceh Turunkan Tim Pengawasan Pemotongan Qurban

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisnak) Aceh, Zalsupran, melepas secara resmi keberangkatan tim Pengawasan Pemotongan Hewan Qurban 2022 M/1443 H di Halaman Kantor Disnak Aceh, Jumat (08/07/2022). IST
Bagikan:

Kadisnak Aceh, Zalsupran dalam arahannya mengatakan, dengan kehadiran tim ini dapat membantu masyarakat dalam proses pemotongan hewan qurban.

Jurnalis: Suprijal Yusuf

ANTARANNEWS.COM|BANDA ACEH-Dinas Peternakan Aceh menurunkan Tim Pengawasan Pemotongan Hewan Qurban 2022 M/1443 H.

Keberangkatan tim yang sejumlah 154 personil terdiri dari, TNI/Polri, Mahasiswa, PDHI, dan Disnak Aceh, dilepas secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisnak) Aceh, Zalsupran, dalam sebuah acara khusus di Halaman Kantor Disnak Aceh, Jumat (08/07/2022).

Kadisnak Aceh, Zalsupran dalam arahannya mengatakan, dengan kehadiran tim ini dapat membantu masyarakat dalam proses pemotongan hewan qurban.

“Sehingga nantinya masyarakat tetap aman dalam mengkonsumsi daging qurban yang sehat dan halal nantinya,” katanya.

Baca Juga:  Jelang Operasi Bina Kusuma Polres Aceh Selatan Gelar Lat Pra Ops

Zalsupran juga meminta, para anggota Tim Pengawasan Pemotongan Hewan Qurban untuk bekerja dengan cermat dan penuh ketekunan di lapangan.

”Karena tim yang diturunkan ini termasuk menjalankan tugas yang sangat mulia. Bahkan mendapat manfaat ganda, selain bisa menjalankan tugas negara,

juga sekaligus dapat beribadah karena terlibat dalam proses kegiatan qurban, tentunya akan mendapat imbalan pahala dari Allah SWT,” ujarnya.

Dijelaskan, tim yang beranggotakan sebanyak 156 personil ini terdiri dari, 15 anggota TNI, 15 anggota Polri, 50 orang Mahasiswa, 8 personil dari PDHI, dan 66 anggota dari Disnak Aceh.

Baca Juga:  Peringati Hari Jadi Aceh Selatan, Pemkab Gelar Open Turnamen Bola Kaki

Tim ini, katanya, ditugaskan khusus untuk memastikan hewan qurban sebelum disembelih dalam kondisi sehat sesuai standar protokol kesehatan hewan.

“Maka daging yang dikosumsi masyarakat nantinya dipastikan sehat dan bukan dari hewan yang terkena penyakit. Bahkan, dalam agama sendiri tidak dibenarkan hewan yang berpenyakit dan cacat untuk dijadikan hewan qurban,” katanya.

Tim Pengawasan Pemotongan Hewan Qurban ini diturunkan Disnak Aceh akan disebarkan dalam Kabupaten Aceh Besar untuk 15 Gampong di 8 Kecamatan.

“Sedangkan untuk kabupaten/kota lainnya sudah ada tim Satuan Tugas (Satgas) sendiri yang dibentuk di masing-masing daerah dengan tugas yang sama.

Baca Juga:  Jalan Multiyears Gayo Lues – Aceh Pesisir Sering Makan Korban, Tokoh Masyarakat dan Anggota Dewan Angkat Bicara     

Kami mengucapkan terimakasih kepada TNI/Polri yang sudah turut mendukung program ini,” ungkap, Zalsupran.

Dalam pelepasan tim ini, turut hadir antara lain, Direktur Bina Masyarkat (Dir Binmas) Polda Aceh, Kombes Pol Drs M Muslim Siregar, Kasat Binmas Polresta Banda Aceh dan Aceh Besar, Perwira Seksi Tetorial (Pasiter) Kodim 0101, Kapten Inf Nanang Junaidi, dan Ketua PDHI Cabang Banda Aceh, drh Zulyazaini Yahya.

Termasuk, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah Kuala (USK), drh Teuku Reza Ferasyi MSc PhD, Kepala BPTU HPT Indrapuri, Ir Yanhendri MSi, Kepala Bidang/UPTD Disnak Aceh, dan para mahasiswa kedokteran FKH USK.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.